Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Lahat

Kalapas Lahat Tinjau Pelaksanaan Assessment Rehabilitasi dan Re-Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

1
×

Kalapas Lahat Tinjau Pelaksanaan Assessment Rehabilitasi dan Re-Edukasi Berbasis Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat, — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lahat, Royhan Al Faisal, meninjau langsung pelaksanaan Assessment Rehabilitasi dan Re-Edukasi Narapidana Pengguna NAPZA Berbasis Ketahanan Pangan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Lahat, Rabu (7/10).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 49 orang Warga Binaan pengguna NAPZA sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai kondisi, kebutuhan, motivasi, serta kesiapan peserta dalam mengikuti program rehabilitasi dan pembinaan lanjutan.

Dalam peninjauannya, Kalapas melihat secara langsung proses pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan seluruh rangkaian assessment dan re-edukasi berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Pendampingan diberikan untuk memastikan peserta dapat mengikuti kegiatan secara optimal.

Assessment menjadi tahapan penting untuk membantu menentukan kebutuhan pembinaan dan rehabilitasi yang sesuai bagi masing-masing peserta. Selain menggali kondisi dan kesiapan peserta, kegiatan juga memberikan re-edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, pola hidup sehat, pengendalian diri, perubahan perilaku, serta pentingnya membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

Kalapas Lahat, Royhan Al Faisal, menyampaikan bahwa proses rehabilitasi perlu dilaksanakan secara menyeluruh dengan tidak hanya berfokus pada aspek pemulihan, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk membangun keterampilan dan kemandirian.

“Assessment ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta sehingga proses pembinaan dan rehabilitasi dapat dilakukan secara lebih terarah. Kami ingin memastikan Warga Binaan mendapatkan pendampingan yang tepat sekaligus memiliki motivasi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Royhan.

Menurutnya, pendekatan berbasis ketahanan pangan menjadi salah satu sarana positif yang dapat mendukung proses pembinaan. Melalui kegiatan produktif, Warga Binaan dapat belajar membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan, serta keterampilan yang bermanfaat.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Hasil assessment selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut pembinaan dan rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Lahat terus berkomitmen menghadirkan proses pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan aspek pemulihan, re-edukasi, serta pembinaan kemandirian sebagai bagian dari persiapan Warga Binaan untuk kembali berperan secara positif di tengah keluarga dan masyarakat. (EY)