PESSEL, RELASIPUBLIK -Pengurus Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang (IKWAL) Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar pertemuan perdana untuk mematangkan persiapan pengukuhan kepengurusan sekaligus membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi di RM Mak Ema, Muaro Salido, Kecamatan IV Jurai, Kamis (3/9).
Pertemuan yang dihadiri puluhan peserta tersebut menjadi momentum bagi pengurus yang telah ditetapkan tim formatur untuk menyamakan persepsi, memperkuat silaturahmi, serta menyusun arah kegiatan organisasi, terutama dalam bidang sosial.
Selain itu, pengurus juga didorong mulai memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing bidang meskipun proses pengukuhan secara resmi belum dilaksanakan.
Dewan Penasehat IKWAL IV Jurai, Evafauza Yuliasman Dt MA Tigo Lareh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang telah meluangkan waktu menghadiri pertemuan perdana setelah proses pemilihan dan pembentukan kepengurusan.
Ia menilai, pertemuan tersebut penting dilakukan sebagai ruang untuk membangun kesepahaman bersama sehingga organisasi yang telah terbentuk tidak hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga mempunyai tujuan dan langkah yang jelas dalam menjalankan amanah para anggotanya.
“Pertemuan ini penting untuk mencari kesepakatan bersama, terutama mengenai kegiatan sosial. Sebab, salah satu tujuan utama organisasi ini adalah bagaimana kita dapat membangun kepedulian dan membantu sesama,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi bagian dari organisasi perantau bukan hanya persoalan berkumpul karena memiliki kampung asal yang sama. Lebih dari itu, organisasi harus mampu menjadi wadah untuk menjaga hubungan kekeluargaan, menumbuhkan rasa senasib dan sepenanggungan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Evafauza juga mengingatkan para perantau Lengayang yang tergabung dalam IKWAL IV Jurai agar menjadikan organisasi sebagai tempat mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya menjadi sumber perbedaan akibat persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui musyawarah.
“Jangan sampai perbedaan kecil membuat kita terpecah. Justru dengan adanya organisasi ini, kita harus semakin dekat, saling membantu dan saling menguatkan,” pesannya.
Ia menambahkan, kepengurusan IKWAL IV Jurai yang telah dibentuk tim formatur selanjutnya perlu dikukuhkan oleh Dewan Pelindung, yakni Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, yang juga dikenal sebagai salah seorang tokoh Lengayang di Kecamatan IV Jurai.
Menurut Evafauza, proses pengukuhan tersebut penting sebagai bentuk legitimasi sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia berharap para pengurus dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan bersama.
“Hal ini perlu kita lakukan untuk membangun rasa kepedulian sekampung. Ketika ada saudara kita yang membutuhkan perhatian, kita harus hadir dan menunjukkan bahwa hubungan kekeluargaan itu benar-benar ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKWAL IV Jurai, N Riswandi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan para penasehat, dewan pengawas yang telah hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia berharap keberadaan IKWAL dapat menjadi wadah yang mampu membuat para perantau asal Lengayang di Kecamatan IV Jurai merasa memiliki keluarga dan tempat untuk saling berbagi.
“Dengan adanya organisasi ini, kita berharap para perantau Lengayang yang berada di Kecamatan IV Jurai tidak merasa sendiri. Kita ingin membangun kekuatan bersama melalui persaudaraan dan kepedulian,” ujar Riswandi.
Ia mengatakan, kekuatan sebuah organisasi sosial bukan ditentukan oleh banyaknya anggota atau besarnya kegiatan yang dilakukan, tetapi oleh kemampuan anggotanya menjaga kebersamaan dan memberikan manfaat bagi sesama.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menghindari persoalan yang dapat memicu perpecahan.
Riswandi juga menyinggung pentingnya membangun sistem organisasi yang adil dan dapat diterima seluruh anggota. Menurutnya, persoalan seperti sumbangan wajib perlu dibicarakan secara bijaksana agar tidak menjadi beban bagi anggota yang memiliki kemampuan ekonomi berbeda.
“Kita ingin organisasi ini menjadi kuat, bukan justru berpecah belah karena hal-hal sepele. Misalnya persoalan sumbangan wajib, tentu tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama untuk menjalankannya. Begitu juga dalam kegiatan sosial, jangan sampai ada yang merasa diperlakukan tidak adil,” katanya.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap anggota yang sedang mengalami musibah, seperti sakit maupun meninggal dunia, pada prinsipnya tetap menjadi perhatian bersama. Bentuk kepedulian tersebut dapat disesuaikan dengan kemampuan organisasi dan anggota sehingga semangat membantu tidak berubah menjadi beban.
Dalam konteks tersebut, kegiatan sosial dapat dipahami sebagai tindakan bersama yang dilakukan untuk memberikan manfaat, bantuan, perlindungan atau dukungan kepada orang lain yang membutuhkan.
Nilai sosial tidak selalu diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari kepedulian, kehadiran dan keikhlasan untuk membantu sesama.
Bagi IKWAL IV Jurai, kegiatan sosial diharapkan menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan antar perantau asal Lengayang.
Ketika salah seorang anggota menghadapi persoalan atau musibah, keberadaan organisasi dapat menjadi jembatan untuk menggalang dukungan, baik secara moral maupun sesuai kemampuan material.
“Yang paling penting adalah rasa kepedulian. Ketika ada saudara kita yang sakit atau mendapat musibah kematian, kita tetap harus hadir. Jangan sampai persoalan teknis organisasi menghilangkan nilai persaudaraan yang menjadi dasar berdirinya IKWAL,” tutur Riswandi.
Lebih lanjut Riswandi, menyampaikan bahwa susunan kepengurusan IKWAL IV Jurai telah ditetapkan melalui tim formatur. Walaupun belum dikukuhkan secara resmi, ia meminta seluruh pengurus yang telah dipercaya mulai memahami dan menjalankan peran sesuai bidang masing-masing.
Menurutnya, pengukuhan bukanlah akhir dari proses pembentukan organisasi, melainkan awal dari pelaksanaan tanggung jawab.
Karena itu, setiap pengurus diharapkan dapat membangun komunikasi, bekerja sama dan berkontribusi sesuai tugas yang telah dipercayakan.
“Walaupun secara resmi belum dikukuhkan, saya berharap seluruh pengurus yang sudah dipercaya dapat mulai menjalankan perannya masing-masing. Jangan menunggu pengukuhan untuk berbuat sesuatu yang baik bagi organisasi,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi pengurus untuk membahas AD/ART sebagai landasan dalam menjalankan organisasi. Keberadaan AD/ART diharapkan dapat memberikan arah yang jelas mengenai tujuan organisasi, hak dan kewajiban anggota, mekanisme kepengurusan, pengambilan keputusan serta pelaksanaan kegiatan sosial.
Dengan adanya aturan yang disepakati bersama, IKWAL IV Jurai diharapkan dapat tumbuh sebagai organisasi sosial yang sehat, terbuka dan mampu mengakomodasi kepentingan para perantau asal Lengayang di Kecamatan IV Jurai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris IKWAL IV Jurai Wendriyanto, Bendahara Mugi Rahayu R, para Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, serta jajaran pengurus bidang lainnya.
Ia juga berharap kepada seluruh peserta dapat menjaga semangat kebersamaan sehingga IKWAL IV Jurai tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi anggota dan masyarakat di sekitarnya. (Niks)













