PASAMAN, RELASIPUBLIK – Wakil Bupati Pasaman Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), H. Parulian Dalimunthe menyatakan memberi apresiasi terhadap website berita relasipublik.com yang telah ikut berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Pasaman.
“relasipublik.com sejauh ini kami nilai telah ikut memberi warna terhadap dinamika pembangunan di daerah ini,” kata Parulian di ruang kerjanya, ibukota Kabupaten. Pasaman, Rabu (19/8/2026).
Parulian menyatakan hal itu terkait dengan HUT ke-9 website relasipublik.com. Puncak HUT ke-9 pada 28 Agustus mendatang akan dipusatkan di Padang, yang disemarakkan dengan sejumlah kegiatan.
Di momen itu, PT Media Relasi Publik yang menerbitkan relasipublik.com akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan berupa Pelatihan Jurnalistik dan Pemberian Anugerah RelasiPublik.com Tahun 2026 kepada Tokoh Inspiratif Sumatera Barat
Parulian yang mengaku rajin mengklik relasipublik.com menyatakan pemerintah jelas memiliki keterbatasan, termasuk dalam menyebarkan informasi pembangunan agar diketahui secara luas oleh masyarakat.
Dalam konteks seperti inilah, menurut Parulian, media massa –dengan berbagai jenis dan bentuknya– telah ikut memainkan peran.”Saya menilai peran itu sudah cukup baik dimainkan oleh relasipublik.com,” sebutnya.
Dengan penyebaran informasi yang luas ke tengah masyarakat, ungkap Parulian, diharapkan masyarakat tahu apa saja yang telah dilakukan oleh jajaran pemerintah untuk kepentingan daerah dan masyarakat.
“Pada gilirannya umpan balik yang diharapkan adalah munculnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” katanya. “Partisipasi masyarakat itu perlu karena pada dasarnya Pemkab Pasaman memiliki banyak keterbatasan,” sebutnya.
Wabup Parulian menilai, sejauh ini sudah terjalin kerjasama yang baik antara relasipublik.com dengan jajaran Pemkab Pasaman. “Kita berharap jalinan kerjasama itu lebih ditingkatkan di masa mendatang,” katanya.
Sebab,, menurut Parulian, selain untuk menginformasikan pembangunan ke tengah masyarakat, Pemkab Pasaman juga memerlukan. media sebagai sarana untuk menerima aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Selain saluran aspirasi, media juga kami perlukan untuk menerima kritik dan saran dari masyarakat. Tentu saja kritik yang dibutuhkan bersifat konstruktif yang didedikasikan untuk kepentingan daerah dan masyarakat luas,” ucapnya.
Wabup Parulian dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan saran. “Tetaplah dipertahankan prinsip pemberitaan berimbang sebagai wujud ketaatan terhadap aturan main yang berlaku,” sarannya.
Sebab, menurut Parulian, sekali kepercayaan masyarakat rusak terhadap media antara lain karena melanggar prinsip pemberitaan berimbang, maka kepercayaan itu akan sulit dipulihkan.
“Padahal kepercayaan publik merupakan modal dasar yang paling berharga bagi sebuah media massa untuk mendapatkan penerimaan yang luas di tengah masyarakat,” kata mantan anggota DPRD Pasaman itu. (spa)













