Penulis : Vika Dwi Indriani (Ilmu Tanah), Femi Leony Syofira (Proteksi Tanaman) , Muhammad Rizki Naufal (Agroekoteknologi) Dan Sakira Arrahma (Agribisnis)
Tilatang Kamang -Dalam rangka meningkatkan kesadaran siswa terhadap pengelolaan sampah organik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas dari Fakultas Pertanian melaksanakan program kerja sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos di SMA Negeri 1 Tilatang Kamang, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Program kerja ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN yang beranggotakan Vika Dwi Indriani jurusan ilmu tanah, Femi Leony Syofira jurusan proteksi tanaman, Muhammad Rizki Naufal jurusan agroekoteknologi, dan Sakira Arrahma jurusan agribisnis. Mereka terlibat langsung dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan materi, penyediaan bahan dan alat, hingga pelaksanaan demonstrasi bersama siswa dan pihak sekolah.
Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami cara mengelola sampah organik, seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur, yang selama ini masih sering dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Kebiasaan tersebut tidak hanya menambah volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menghilangkan potensi sampah organik untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih tertata, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan bagi warga SMA N 1 Tilatang Kamang.
Pupuk kompos dibuat menggunakan bahan utama berupa sampah organik yang dicacah terlebih dahulu agar proses penguraian berlangsung lebih cepat, dicampur dengan bioaktivator seperti EM4 untuk mempercepat fermentasi, serta ditambahkan dedak dan air secukupnya untuk menjaga kelembapan campuran. Pemilihan bioaktivator didasarkan pada fungsinya yang mampu mempercepat kerja mikroorganisme pengurai, sementara pencacahan bahan memungkinkan proses pengomposan berlangsung lebih merata. Metode ini dirancang dengan sistem penumpukan bertahap yang sederhana, sehingga proses pengomposan dapat berlangsung secara optimal meski dengan peralatan terbatas. Prinsip ini membuat proses penguraian sampah organik berlangsung lebih terkendali, sehingga dihasilkan pupuk kompos yang lebih matang dan siap digunakan untuk menyuburkan tanaman.
Lokasi kegiatan dipilih di lingkungan SMA N 1 Tilatang Kamang dengan pertimbangan bahwa sekolah merupakan tempat strategis untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini kepada generasi muda. Mengingat siswa merupakan agen perubahan yang dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar, pemilihan sekolah sebagai lokasi kegiatan dianggap sebagai langkah strategis agar manfaat program dapat menjangkau lebih banyak pihak di luar kegiatan itu sendiri.
Proses sosialisasi dan demonstrasi dilakukan secara interaktif oleh mahasiswa KKN bersama siswa SMA N 1 Tilatang Kamang. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari sesi pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan pupuk kompos. Pihak sekolah turut memberikan izin serta dukungan penuh terhadap terlaksananya kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pengelolaan lingkungan sekolah yang lebih baik. Dengan adanya sosialisasi ini, siswa SMA N 1 Tilatang Kamang kini memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bermanfaat. Program ini diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membuang sampah organik begitu saja, mendukung ketersediaan pupuk alami bagi tanaman di lingkungan sekolah, serta meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat di SMA N 1 Tilatang Kamang.
Keberlanjutan penerapan ilmu ini oleh siswa menjadi kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sejalan dengan semangat mahasiswa KKN dalam mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih ramah lingkungan.











