Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHPENDIDIKANTERBARU

Grace Natalie Sagala, Pelajar Asahan yang Lolos Indonesia Student Leadership Training

6
×

Grace Natalie Sagala, Pelajar Asahan yang Lolos Indonesia Student Leadership Training

Sebarkan artikel ini
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menerima audiensi Grace Natalie Sagala Siswi SMA Panti Budaya Kisaran.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Dunia pendidikan Kabupaten Asahan kembali mendapat kabar menggembirakan. Grace Natalie Sagala, Ketua OSIS SMA Swasta Panti Budaya Kisaran, berhasil lolos seleksi Indonesia Student Leadership Training (ISLT), program pengembangan kepemimpinan bagi 100 Ketua OSIS/MPK terbaik se-Indonesia.

Prestasi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam audiensi Yayasan SMA Swasta Panti Budaya Kisaran dengan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin S.Sos, M.Si di rumah dinas Bupati Asahan, Jumat (07/08/2026).

Grace menjelaskan, keberhasilannya mengikuti program tersebut diperoleh setelah melewati serangkaian seleksi. Tahapannya antara lain penulisan esai, pembuatan video vlog serta tes akademik yang seluruh prosesnya dilakukan secara daring.

Ia menyebutkan, hanya tiga pelajar dari Provinsi Sumatera Utara yang berhasil lolos dalam program tersebut. Selain dirinya yang berasal dari Kabupaten Asahan, dua peserta lainnya berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Labuhanbatu.

Grace menilai program ISLT menjadi kesempatan penting bagi dirinya dan peserta lainnya untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Program tersebut mengedepankan pembentukan pemimpin muda yang kooperatif, berkarakter, memiliki empati sosial dan semangat gotong royong.

“Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 11 hingga 18 Agustus 2026 di Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat,” jelas Grace.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Musa Al Bakri SE, M.Si mengatakan, proses seleksi sepenuhnya dilaksanakan secara daring oleh pihak penyelenggara.

Musa menilai keberhasilan Grace menjadi gambaran bahwa pelajar Kabupaten Asahan mempunyai kemampuan dan kompetensi yang dapat diandalkan untuk berkompetisi pada tingkat nasional.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, kemampuan dan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia berharap pengalaman mengikuti kegiatan tingkat nasional dapat memberikan manfaat bagi perkembangan karakter dan kemampuan Grace sebagai generasi muda.

Menurut Bupati, kesempatan seperti itu tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri serta jaringan dengan pelajar dari berbagai wilayah.

Taufik meminta Grace mengikuti seluruh kegiatan dengan serius dan tetap menjaga nama baik sekolah maupun daerah. “Ikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, jangan pernah ragu untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan. Harumkan nama sekolah, Kabupaten Asahan, dan Provinsi Sumatera Utara,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar Grace tidak melupakan dukungan orang tua yang menjadi bagian penting dari setiap pencapaian yang diraih.

Audiensi turut dihadiri Kepala Sekolah SMA Swasta Panti Budaya Kisaran, pendamping, wali kelas, orang tua siswa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Musa Al Bakri serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan Arbin Ariadi Tanjung.

Di akhir audiensi, pihak Yayasan SMA Swasta Panti Budaya Kisaran dan orang tua siswa menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas perhatian, doa dan dukungan yang diberikan.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *