Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Pemkab Asahan Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas Sumut Melalui Program Jagung Ketahanan Pangan

4
×

Pemkab Asahan Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas Sumut Melalui Program Jagung Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Wabup Asahan Rianto bersama Ditjenpas Sumut melakukan penanaman jagung.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Pemerintah Kabupaten Asahan terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Salah satu bentuk sinergi tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program penanaman jagung yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku di lahan eks HGU PT BSP, Kecamatan Air Joman, Rabu (5/8/2026).

Kehadiran Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP dalam kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendukung program yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada pembinaan sumber daya manusia, khususnya warga binaan pemasyarakatan.

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Jalu Yuswa Panjang AMd, SH, MSi, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku beserta jajaran, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Asahan Agus Jaka Putra Ginting SH, MSi, serta para tamu undangan.

Dalam pemaparannya, Jalu Yuswa Panjang menjelaskan bahwa lahan yang dikunjungi telah dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan. Sembari menunggu proses pembangunan, kawasan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya jagung agar tetap produktif sekaligus menjadi media pembinaan warga binaan.

Menurutnya, warga binaan yang telah lolos asesmen dan akan memasuki masa bebas akan dibekali kemampuan bertani melalui kegiatan tersebut. Bekal keterampilan itu diharapkan mampu membantu mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut karena memiliki nilai strategis dari berbagai aspek.

Selain membantu mewujudkan ketahanan pangan, program ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui pendekatan pemberdayaan. Rianto menyebutkan bahwa penanaman jagung kali ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan di lahan seluas 5,5 hektare dengan hasil yang menggembirakan.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini. Pembinaan melalui keterampilan pertanian akan menjadi bekal penting bagi warga binaan sehingga mereka memiliki kesempatan untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidananya,” ujar Rianto.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Asahan, Ditjenpas Sumatera Utara, dan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku dapat terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai penutup kegiatan, Wakil Bupati Asahan bersama Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara, Kalapas Kelas IIA Labuhan Ruku, dan para undangan melakukan penanaman bibit jagung secara simbolis sebagai tanda dimulainya pemanfaatan lahan produktif yang kelak akan menjadi lokasi pembangunan Lapas Minimum Security Asahan.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *