Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Kecamatan Dungkek Jadi Percontohan PM‑AAS, Tim Kerja Kabupaten Sumenep Sosialisasikan Teknologi Pertanian Modern

14
×

Kecamatan Dungkek Jadi Percontohan PM‑AAS, Tim Kerja Kabupaten Sumenep Sosialisasikan Teknologi Pertanian Modern

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Tim Kerja Kabupaten Sumenep yang dipimpin Dewo Ringgih, S.P., M.P., hari ini melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus perencanaan pelaksanaan Demonstrasi Percontohan (Dempam) sistem Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM‑AAS) di Kecamatan Dungkek. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti instruksi langsung dari Menteri Pertanian Republik Indonesia.senin 20/07/2026

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Kecamatan Dungkek ditetapkan sebagai lokasi percontohan pelaksanaan Dempam PM‑AAS di wilayah Kabupaten Sumenep, yang akan mulai digarap pada bulan Juli tahun ini dengan target luas lahan mencapai sekitar 100 hektar .

Pada kesempatan itu, Dewo Ringgih menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam menyebarluaskan pemahaman serta keterampilan mengenai penerapan teknologi dan metode PM‑AAS kepada seluruh petani yang berada di wilayah binaan masing‑masing.

“Pertanyaan besarnya adalah: bagaimana caranya kita selaku penyuluh dapat mendiseminasikan teknologi atau metode PM‑AAS ini secara menyeluruh, tepat sasaran, dan mudah dipahami oleh seluruh petani di wilayah binaan? Inilah tantangan sekaligus tugas utama kita ke depannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PM‑AAS merupakan sistem budidaya padi terpadu yang memadukan keunggulan pola tanam lokal dengan teknologi pertanian modern, mekanisasi, serta pengelolaan sumber daya secara presisi. Metode ini telah terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan, dari rata‑rata 5–6 ton gabah per hektar menjadi minimal 10 ton, bahkan berpotensi mencapai 12,4 ton per hektar .

Empat Kelompok Tani Siap Jadi Pelopor
Pelaksanaan demplot di Kecamatan Dungkek akan melibatkan empat kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai pelaksana utama, yaitu
Kelompok Tani Tiga Putra, Desa Bungin‑Bungin, Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Bunpenang, Kelompok Tani Bina Mandiri, Desa Bungin‑Bungin, Kelompok Tani Berkatani, Desa Bunpenang.

Perwakilan kelompok tani menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap program ini. “Terima kasih, Pak Menteri. Kami siap bekerja keras dan menyukseskan kegiatan PM‑AAS di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep,” ucap mereka dengan antusias.

Langkah Selanjutnya Setelah sosialisasi ini, tim kerja bersama penyuluh akan menyusun rencana pelatihan teknis, pendampingan lapangan, serta pengaturan penggunaan alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan. Diharapkan keberhasilan di lokasi percontohan ini nantinya dapat menjadi acuan untuk perluasan penerapan PM‑AAS ke desa dan kecamatan lain di seluruh Kabupaten Sumenep, demi meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung swasembada pangan nasional.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *