Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMATERBARU

Bosan Menanti Ditpolair Polda Jatim, Aktivis Seret Kasus Dugaan Mafia BBM ke Propam dan Pidsus

5
×

Bosan Menanti Ditpolair Polda Jatim, Aktivis Seret Kasus Dugaan Mafia BBM ke Propam dan Pidsus

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, Butuh berapa banyak barang bukti, saksi valid, dan waktu berbulan-bulan bagi aparat penegak hukum untuk sekadar mencium bau solar subsidi yang ditimbun? Jawabannya: entahlah. Yang jelas, kesabaran Johari ,sang aktivis kepulauan, sudah resmi habis menanti keajaiban dari Ditpolair Polda Jatim.

Merasa laporannya soal penimbunan BBM bersubsidi skala besar hanya dijadikan pajangan dan “berjalan di tempat”, Johari,akhirnya nekat mengambil langkah ekstrem. Ia resmi melaporkan Ditpolair ke Bidpropam Polda Jatim. Sebuah tamparan keras bagi korps air yang seharusnya garang di lautan, namun mendadak tampak lesu saat berhadapan dengan kasus ini.

Tak tanggung-tanggung, Juhari juga mengetuk pintu Biro Wassidik (Pengawasan Penyidikan) untuk mendesak gelar perkara. Tujuannya satu: agar terduga pelaku, H. Ardi, segera memakai rompi tersangka.
Logika publik pun menggelitik:

-Saksi? Sudah siap memberikan keterangan valid.
-Barang bukti? Sudah matang.
-Lalu, apalagi yang ditunggu? Menunggu takdir atau menunggu kasus ini kedaluwarsa?

“Kami minta Wasidik mengambil alih laporan ini dari Ditpolair. Jangan biarkan kasus penimbunan BBM subsidi ini berlarut-larut tanpa ujung yang jelas,” tegas Johari, menyatakan kejengkelan masyarakat yang hak subsidinya diduga dirampok.

Karena mencium aroma penanganan yang terkesan “pendek” dan jalan di tempat di tangan Polair, Juhari langsung membelokkan kemudi. Ia memasukkan laporan baru ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) alias Pidsus Polda Jatim.

Langkah ini ibarat ujian terbuka bagi Pidsus. Kasus penimbunan BBM bersubsidi dalam skala raksasa ini seharusnya menjadi panggung empuk bagi kepolisian untuk menunjukkan bahwa mereka masih berpihak pada rakyat kecil, bukan pada cukong solar.

Kini, bola panas ada di tangan Pidsus Polda Jatim. Publik tinggal menonton dengan santai dari pinggir lautan. apakah Pidsus akan menunjukkan taring tajamnya dan menggigit para pelaku, atau justru ikut-ikutan ompong dan memperpanjang daftar ‘peti es’ kasus di Jawa Timur?

Waktu yang akan menjawab, atau mungkin, waktu juga yang akan membuat kita kembali mengelus dada.

Reporter: M@g.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *