Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

KKN – PPM UGM Jadi Momentum Penguatan Sinergi Kampus dan Pemerintah di Asahan

6
×

KKN – PPM UGM Jadi Momentum Penguatan Sinergi Kampus dan Pemerintah di Asahan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP dalam acara penyambutan mahasiswa KKN - PPM UGM.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Asahan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan guna mendukung pembangunan daerah.

Salah satu langkah nyata terlihat melalui penyambutan Tim Kuliah Kerja Nyata-Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang berlangsung di Aula Melati kantor bupati setempat, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena merupakan pelaksanaan program KKN-PPM UGM yang pertama di Kabupaten Asahan. Sebanyak 24 mahasiswa akan menjalankan pengabdian selama 50 hari di tiga wilayah desa, yakni Desa Tangga, Desa Aek Songsongan, dan Desa Perkebunan Bandar Pulau.

Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Dr. Djaka Marwasta S.Si, Msi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang telah memberikan kesempatan kepada UGM untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di wilayah tersebut.

Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis untuk menghadirkan berbagai gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat mendukung pembangunan masyarakat di tingkat desa.

“Program ini merupakan KKN – PPM pertama UGM di Kabupaten Asahan. Kami berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pembelajaran yang berharga bagi mereka,” ujar Djaka Marwasta.

Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP menilai bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memiliki nilai strategis dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi. Mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga ide-ide kreatif yang dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki.

Rianto menegaskan bahwa program KKN harus menjadi ruang interaksi yang saling menguntungkan. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di lapangan, sementara masyarakat mendapatkan tambahan wawasan dan pendampingan dalam berbagai bidang.

“Kami berharap mahasiswa mampu berbagi ilmu dan keterampilan yang dimiliki serta membantu menggali potensi lokal yang dapat dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Selain itu, wakil bupati mengingatkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Ia meminta seluruh peserta KKN untuk menghormati norma, adat istiadat, dan budaya yang berlaku selama berada di lokasi pengabdian.

Dukungan juga diminta kepada para camat dan kepala desa agar aktif memantau serta memfasilitasi pelaksanaan program KKN. Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perguruan tinggi, berbagai program yang direncanakan diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.(is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *