Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHPENDIDIKANTERBARU

Kepsek SMAN 3 Painan ; InsyaAllah Saya Tidak Berkaitan Dengan Dana Komite. Muslim Arif ; Kita Pastikan Tidak Ada Pungli di SMAN 3 Painan

4
×

Kepsek SMAN 3 Painan ; InsyaAllah Saya Tidak Berkaitan Dengan Dana Komite. Muslim Arif ; Kita Pastikan Tidak Ada Pungli di SMAN 3 Painan

Sebarkan artikel ini
Suasana pada saat konpers dengan awak media

Painan, Relasi Publik — Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN 3) Painan. Rini Marleni pastikan tidak pernah berkaitan dengan sumbangan komite. Oleh orang tua ditransfer langsung ke rekening komite SMAN 3 Painan.

“Alhamdulillah dan insyaallah, hingga saat ini kami tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya sumbangan komite sekolah, dan itu ditampung di rekening komite langsung, ” Ucapnya. Jum’at 19/06 silam di Gedung Pertemuan SMAN 3 Painan.

Ia menuturkan, bahwasanya banyak informasi berseliweran diruang publik saat ini, mulai dengan kegiatan pungutan liar (pungli) hingga adanya aliran sumbangan komite ke rekening pribadinya.

Menurutnya, perlu diluruskan, bahwasanya terkait dengan adanya segenap pembiayaan tersebut, untuk pembiayaan uang masuk bagi siswa baru sebanyak Rp 7.900.000.

Kegunaannya diantaranya, membeli kasur bagi siswa, lemari, seragam sekolah, almamater, atribut lainnya, biaya cleaning service, air bersih hingga token listrik.

“Jadi, diperuntukkan kembali kepada siswa yang bersangkutan, kenapa mesti komite yang mengumpulkan, karena kita tidak menginginkan perbedaan diantara siswa, kita, ” Terangnya.

“Begitupun dengan pembiayaan makan, bagi siswa ditetapkan secara bersama Rp 1.500.000 per bulan, karena kami memakai sistem boarding school (asrama), ” Tambahnya.

Rini melanjutkan, bahwasanya penetapan kesepakatan pembiayaan yang masuk bagi siswa baru tersebut juga telah melalui musyawarah antara komite, orang tua murid, murid hingga pihak sekolah dan element masyarakat.

Ditetapkan dan disetujui secara bersama, dengan memberlakukan pertimbangan khusus, karena tidak semua siswa yang membayar sebanyak kesepakatan.

“Jadi, itu berbeda-beda disetiap siswa, karena ada yang memang mampu ada yang tidak mampu, bagi tidak mampu, maka bisa di nol kan, ” Tegasnya.

Ia menegaskan, bahwasanya kebutuhan diswa di asrama tidak ditanggung oleh dana BOS, dan begitupun dengan kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau tidak disuplay oleh keuangan mumpuni, maka kami tidak akan bisa menjadi sekolah berprestasi, ” Tuturnya.

Kesempatan lainnya, Kepala Cabang Dinas Wilayah VII. Muslim Arif juga turut serta menjelaskan bahwasanya tidak benar adanya pungutan liar di SMAN 3 Painan.

“Pungli itu, apabila dilakukan tanpa musyawarah, sepihak, ini tidak, dilakuka musyawarah dan diinisiasi oleh komite sekolah, ini adalah salah satu bentuk perhatian orang tua siswa terhadap pendidikan anaknya, ” Ucapnya.

Ia menambahkan, terutama bagi SMAN 3 Painan dimana merupakan sekolah andalan di Sumatera Barat dengan sistem asrama, banyak kegiatan dan kebutuhan yang diperlukan oleh sekolah guna meningkatkan kualitas, karakter dan kedisiplinan.

“Alhamdulillah, SMAN 3 merupakan sekolah berprestasi tidak hanya di tingkat provinsi Sumatera Barat, melainkan sudah nasional dan internasional, sangat kita sayangkan diterpa isu negatif ini, ” Tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan akan dukungan dari segala element masyarakat untuk terus mendukung program kegiatan dari SMAN 3 Painan agar tetap kreatif, inovatif dan berprestasi.

“Saya mohon isu ini diluruskan, dan jangan sampai digiring kemana-mana, ” Tutupnya. (Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *