Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Bupati Pasaman Ingatkan: Nuzulul Qur’an Harus Jadi Momentum Perubahan, Bukan Seremonial

20
×

Bupati Pasaman Ingatkan: Nuzulul Qur’an Harus Jadi Momentum Perubahan, Bukan Seremonial

Sebarkan artikel ini
Bupati Pasaman Welly Suhery menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Muttaqin Lubuk Sikaping
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama jajaran menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Muttaqin, Pasaman Islamic Center.

PASAMAN, RELASI PUBLIK – Peringatan Nuzulul Qur’an di Kabupaten Pasaman berlangsung khidmat dan menarik saat memasuki malam ke-17 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan Jumat (6/3/2026) malam.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman menghadiri peringatan malam Nuzulul Qur’an yang digelar di Masjid Agung Al-Muttaqin.

Pada kesempatan tersebut, panitia penyelenggara menghadirkan penceramah Ustad Asrul, S.Ag., M.A., yang menyampaikan tausiah bertema “Nuzulul Qur’an sebagai Cahaya dalam Kegelapan”.

Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan menarik, jamaah salat Isya dan Tarawih tidak hanya mendapatkan siraman rohani, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang makna Nuzulul Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam ceramahnya, Ustad Asrul tidak hanya mengulas peristiwa sejarah, tetapi lebih menekankan makna “cahaya dalam kegelapan” sebagai pedoman hidup umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia menyampaikan sejumlah hikmah penting dari peringatan Nuzulul Qur’an, di antaranya pentingnya perenungan diri atas kebesaran Allah SWT, meningkatkan amal ibadah, menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama, serta mempererat silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan masyarakat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi acuan dalam praktik kehidupan sehari-hari. Momentum Nuzulul Qur’an, menurutnya, menjadi saat yang tepat untuk introspeksi diri guna memperbaiki kualitas iman dan kehidupan di masa mendatang.

“Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang berfungsi sebagai petunjuk, rahmat, serta pembeda antara yang benar dan salah,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menjadikan peringatan ini sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita bersyukur dapat bersama-sama memperingati malam Nuzulul Qur’an di masjid yang kita cintai ini. Semoga menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau para orang tua agar menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi muda sejak dini, sehingga terbentuk karakter yang berakhlak mulia.

“Kita harapkan momentum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk membimbing anak-anak agar menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an,” tambahnya.

Menurutnya, perkembangan zaman dan teknologi harus diimbangi dengan nilai-nilai keagamaan agar generasi muda tidak kehilangan arah dalam menghadapi masa depan.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap bulan suci Ramadhan menjadi momentum penuh hikmah bagi seluruh masyarakat Pasaman.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintahan Asrial Arfandi Hasan, para kepala OPD, Kabag Kesra, camat, ASN di lingkungan Pemkab Pasaman, serta jamaah dan pengurus Pasaman Islamic Center. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *