Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMANASIONALPARIWISATATERBARU

Mahyeldi Dampingi Menpar Tinjau Masjid Raya Sumbar, Bahas Pengembangan Pariwisata

9
×

Mahyeldi Dampingi Menpar Tinjau Masjid Raya Sumbar, Bahas Pengembangan Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Mahyeldi bersama Menteri Pariwisata meninjau Masjid Raya Sumbar di Padang
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau Masjid Raya Sumbar di Padang.

SUMBAR, RELASI PUBLIK — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, saat meninjau Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan Menteri Pariwisata ke Sumbar dijadwalkan berlangsung selama dua hari dengan agenda meninjau sejumlah destinasi wisata sekaligus membahas pengembangan sektor pariwisata daerah.

Mahyeldi mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut yang telah lama dinantikan Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menyebut, sejumlah topik strategis telah disiapkan untuk didiskusikan bersama Menteri Pariwisata.

“Alhamdulillah, hari ini beliau memenuhi undangan untuk dua hari berada di Sumatera Barat. Beliau mengagendakan mengunjungi objek-objek wisata kita sekaligus mendiskusikan banyak hal tentang pengembangan pariwisata Sumatera Barat ke depan,” ujar Mahyeldi.

Salah satu pembahasan utama dalam kunjungan tersebut adalah rencana penambahan panjang landasan pacu bandara di Kepulauan Mentawai sekitar 400 meter. Hal ini bertujuan agar bandara tersebut dapat didarati pesawat berbadan besar.

Menurut Mahyeldi, dukungan pemerintah pusat terhadap proyek tersebut akan memberi dampak besar bagi kemajuan pariwisata Sumbar, khususnya di Kepulauan Mentawai.

“Jika ada kepastian dari pusat, insyaallah hal itu akan menggerakkan pariwisata Sumatera Barat lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga memastikan bahwa ajang balap sepeda internasional Tour de Singkarak direncanakan kembali digelar pada 2027 setelah beberapa tahun vakum.

“Insyaallah itu sudah kita agendakan pada 2027 mendatang,” ucapnya.

Ia menyebut sebelumnya pelaksanaan TdS sempat terkendala efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, namun ke depan akan didukung Pemerintah Provinsi Sumbar.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kunjungannya ke Sumbar dilakukan untuk mendengar langsung kebutuhan dan masukan dari pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, hingga dinas terkait.

Menurutnya, pengembangan pariwisata harus dilakukan secara terintegrasi, termasuk kesiapan infrastruktur dan akomodasi.

“Contohnya di Mentawai membutuhkan penambahan landasan terbang 400 meter agar pesawat besar dapat mendarat lebih banyak. Namun, daya dukung hotel dan kamar juga harus siap,” jelasnya.

Selain Mentawai, pengembangan wisata gastronomi juga menjadi perhatian. Ia menyebut Kota Padang saat ini sedang diajukan ke UNESCO sebagai pusat gastronomi dunia.

Karena itu, pihaknya bersama pelaku industri dan pemerintah daerah akan menyiapkan paket wisata gastronomi untuk memperkuat promosi kuliner khas Minangkabau.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menyelenggarakan event Wonderful Indonesia Gastronomi di Kota Padang,” katanya.

Widiyanti menambahkan, sebelumnya agenda serupa telah digelar di Jakarta, Bali, dan tahun ini di Jogja–Solo.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan wisata ramah muslim di Sumbar, termasuk promosi destinasi ikonik seperti Masjid Raya Sumbar ke pasar internasional, khususnya Timur Tengah.

“Kemarin di ITB Berlin kami memasang foto Masjid Raya ini dan banyak sekali yang bertanya. Kami ingin meningkatkan awareness agar lebih banyak wisatawan datang ke sini,” ungkapnya.

Terkait perayaan 100 tahun Jam Gadang, Widiyanti juga menyampaikan dukungannya dan mengaku antusias untuk melihat langsung ikon wisata Kota Bukittinggi tersebut. (adpsb/cen/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *