ASAHAN, RELASI PUBLIK – Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pengukuhan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Sumatera Utara serta kegiatan optimalisasi program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Sabtu (14/02/2026).
Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang mendorong desa-desa di wilayahnya untuk terus berinovasi dalam pembangunan melalui skema kompetisi sebagai upaya mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang kreatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Bobby mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan intervensi pembangunan desa melalui skema kompetisi pada tahun 2027. Melalui skema tersebut, desa-desa di Sumatera Utara akan ditantang menyusun konsep pembangunan yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami akan membuka kompetisinya tahun ini setelah Lebaran. Desa dengan konsep pembangunan terbaik akan diberikan bantuan dana dari pemerintah provinsi. Saya minta anggarannya jangan cuma Rp1 atau Rp2 miliar, kalau bisa minimal Rp10 miliar, bahkan sampai Rp50 miliar untuk pemenang,” tegas Bobby.
Bobby Afif Nasution juga mendorong para kepala desa agar lebih kreatif memanfaatkan media sosial sebagai sumber inspirasi pembangunan, bukan sekadar hiburan. Ia mencontohkan penataan kawasan bantaran sungai dan permukiman yang tertata rapi serta estetis seperti yang banyak diterapkan di kota-kota maju.
“Ajak kepala desanya membuka media sosial untuk melihat arsitektur dan pembangunan yang bagus. Jangan cuma melihat joget-joget di TikTok. Harus ada ide murni dari desa untuk membangun wilayahnya sendiri,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur Sumatera Utara mengajak para bupati dan wali kota untuk menerbitkan aturan yang dapat menertibkan masyarakat dalam menjaga estetika desa. Menurutnya, langkah tersebut penting agar ketertiban dan keindahan lingkungan desa dapat terwujud secara bersama.
“Contohnya, jika ada jemuran pakaian di depan rumah yang merusak pemandangan, buat aturan desa. Larang menjemur di depan, sediakan tempat jemur di atas atau di belakang, tetapi pemerintah ikut mengintervensi membantu biayanya. Setiap rumah wajib memiliki minimal dua pot bunga. Jika warga patuh, berikan diskon PBB. Ini cara kita mengayomi sekaligus mengajak masyarakat disiplin,” pungkas Bobby.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan dan inovasi yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kami menyambut baik skema kompetisi desa yang digagas Gubernur. Ini menjadi motivasi bagi desa-desa di Kabupaten Asahan untuk lebih kreatif menggali potensi lokal serta menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Taufik.
Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Asahan akan memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah desa, khususnya dalam perencanaan program, pengelolaan keuangan, serta peningkatan kapasitas aparatur desa dan BPD.
“Kami ingin desa-desa di Asahan tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga unggul dalam inovasi dan transparan dalam pengelolaan anggaran. Sinergi antara kepala desa dan BPD harus semakin solid agar pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tandasnya.
Dalam acara tersebut turut hadir Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, Kajati Sumut Harli Siregar, Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara. (is)














