Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPOLITIKTERBARU

Tak Satupun Putra Sutera Diberdayakan di Eselon II, Rodi Chandra: Ini Pukulan Telak bagi Daerah

26
×

Tak Satupun Putra Sutera Diberdayakan di Eselon II, Rodi Chandra: Ini Pukulan Telak bagi Daerah

Sebarkan artikel ini
Putra Sutera Eselon II tidak masuk daftar Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Pesisir Selatan
Putra Sutera Eselon II Tak Masuk Daftar Pejabat Tinggi Pratama

PAINAN, RELASI PUBLIKMutasi Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan telah bergulir. Namun sangat disayangkan, tak satu pun putra daerah dari Kecamatan Sutera diberdayakan dalam pemerintahan Hendrajoni–Risnaldi Ibrahim (HJ–RI) pada jabatan setingkat Eselon II.

Proses mutasi terhadap 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setingkat Pejabat Tinggi Pratama tersebut dilaksanakan pada Senin (09/02/2025) di Aula Pertemuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Seleksi jabatan yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Pejabat Tinggi Pratama, yang diketuai Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, disebut berlangsung ketat dan kompetitif.

Dari 11 OPD yang diseleksi, terdapat dua putra daerah asal Kecamatan Sutera yang mengikuti tahapan seleksi.
Pertama, Digdian Budiman, yang mendaftarkan diri sebagai kandidat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perkimtan-LH, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kedua, Denni Anggara, yang mengikuti seleksi sebagai kandidat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Pengendalian Penduduk, Kepala Dinas Kearsipan, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Namun, ibarat pertandingan sepak bola, Digdian Budiman harus gugur lebih awal, bahkan belum memasuki babak 16 besar. Ia dinyatakan tidak lolos ke tahapan lanjutan berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Lelang Jabatan Pejabat Tinggi Pratama tertanggal 27 Januari 2025.

Sementara itu, Denni Anggara menjadi satu-satunya kompetitor asal Sutera yang mampu melaju hingga tahap akhir. Ia bersaing memperebutkan posisi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan seorang guru madya. Namun, Denni dinyatakan kalah di babak final dan tidak dilantik sebagai Pejabat Eselon II, meskipun yang bersangkutan merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Dengan hasil tersebut, dipastikan tidak ada satu pun putra daerah Kecamatan Sutera yang diberdayakan oleh Bupati Hendrajoni dalam jajaran pimpinan OPD setingkat Pejabat Eselon II.

Padahal, pada Pemilukada 2024 lalu, pasangan Hendrajoni–Risnaldi Ibrahim meraih perolehan suara terbanyak di Kecamatan Sutera, menempati posisi kedua setelah Kecamatan Lengayang—kampung halaman Hendrajoni.

Jika dicermati lebih jauh, Kecamatan Lengayang tercatat berhasil menempatkan empat putra daerahnya dalam struktur pemerintahan HJ–RI. Sementara Kecamatan Sutera, dengan total 13.804 suara, justru belum mendapatkan porsi jabatan Pejabat Tinggi Pratama sama sekali.

Putra Daerah Sutera Mulai Bersuara

Menanggapi kondisi tersebut, DR. Rodi Chandra, putra daerah Kecamatan Sutera sekaligus pengamat kebijakan publik, angkat bicara.

“Ini merupakan salah satu bentuk pengkerdilan terhadap masyarakat Sutera,” ujar Rodi Chandra, Selasa (10/02/2025) melalui sambungan telepon.

Menurutnya, pernyataan emosional itu bukan tanpa dasar. Ia menegaskan bahwa Kecamatan Sutera merupakan penyumbang suara terbanyak nomor dua dalam Pilkada lalu.

“Tidak ada yang kurang dari masyarakat Sutera. Dari sisi persyaratan maupun kompetensi juga tidak kalah dengan daerah lain. Bahkan pada babak akhir, yang dipertandingkan adalah guru versus IPDN,” tuturnya.

Ia menilai, kondisi tersebut secara tidak langsung menggambarkan bahwa putra daerah Sutera dianggap tidak layak atau tidak berkualitas untuk berkontribusi dalam pemerintahan.

“Ini adalah pukulan telak bagi masyarakat Sutera. Peristiwa ini harus menjadi pedoman, bukan hanya pelajaran sesaat. Jika perjuangan dan dukungan mereka tidak dihargai, maka hal ini patut menjadi bahan refleksi ke depan,” pungkasnya.
(Ferdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *