NABIRE, RELASI PUBLIK – Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNS melakukan pendaratan darurat (crash landing) di perairan Pantai Kaladiri, Nabire, pada Selasa siang (27/1/2026). Peristiwa mencekam ini terjadi di dekat Bandara Douw Aturure saat pesawat sedang menempuh perjalanan menuju Kaimana. Beruntung, meskipun badan pesawat terperosok ke perairan dangkal, seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 13 orang berhasil selamat dari maut.
Kronologi Gangguan Mesin Mendadak
Berdasarkan informasi yang terhimpun, pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan EX ini lepas landas sekitar pukul 12.45 WIT. Namun, hanya beberapa menit setelah mengudara, Captain Tania K. selaku pilot melaporkan adanya gangguan mesin (engine trouble). Kondisi mesin yang kehilangan tenaga secara tiba-tiba membuat pesawat sulit mempertahankan ketinggian terbangnya.
Oleh karena itu, pilot segera mengambil keputusan cepat untuk melakukan pendaratan darurat. Mengingat posisi pesawat tidak memungkinkan untuk kembali ke landasan (Return to Base), pilot mengarahkan Pesawat Smart Air ke perairan dangkal di kawasan Logpond Kaladiri yang terletak di ujung landasan 17.
Evakuasi Penumpang Pesawat Smart Air
Sesaat setelah insiden terjadi, tim gabungan segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim ini terdiri dari personel Basarnas, TNI, Polri, serta pihak otoritas bandara yang bahu-membahu melakukan penyelamatan. Selain itu, warga sekitar juga turut memantau proses evakuasi yang berlangsung di area perairan tersebut.
“Seluruh penumpang berjumlah 11 orang beserta 2 kru pesawat telah berhasil kami evakuasi dalam kondisi selamat,” ujar otoritas bandara dalam keterangan resminya. Kemudian, tim medis segera membawa para korban ke RSUD Nabire guna mendapatkan perawatan medis dan penanganan trauma. Langkah cepat ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan seluruh korban tetap stabil pasca-kecelakaan.
Investigasi KNKT dan Kondisi Bandara
Hingga saat ini, pihak berwenang telah memasang garis pengaman di area jatuhnya Pesawat Smart Air. Meskipun cuaca di sekitar lokasi sempat mengalami angin kencang saat insiden berlangsung, namun penyebab teknis utama kegagalan mesin masih dalam tahap penyelidikan mendalam.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan akan segera turun ke lokasi untuk memulai investigasi teknis. Investigasi ini sangat penting untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire dilaporkan tetap beroperasi normal dengan pengawasan yang sangat ketat. (Red)














