Sumenep — Kegiatan ngopi santai antara Nurul Huda dan Pimpinan Redaksi Media Relasi Publik Nong Deng menjadi ruang dialog strategis yang merepresentasikan pola komunikasi kolaboratif antara aparat dan insan pers. Meski berlangsung dalam suasana informal, pertemuan ini memuat substansi serius terkait penguatan tata kelola informasi publik dan peningkatan kualitas pemberitaan.
Diskusi berfokus pada pentingnya peran media sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi institusi negara. Media dipandang memiliki tanggung jawab akademik-jurnalistik dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berlandaskan etika profesi. Sementara itu, aparat dituntut untuk membuka ruang akses informasi secara proporsional guna mencegah disinformasi dan spekulasi di ruang publik.
Nurul Huda menekankan bahwa hubungan yang sehat antara aparat dan media harus dibangun di atas prinsip saling menghormati peran dan kewenangan. Keterbukaan informasi, menurutnya, bukan hanya kewajiban normatif, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi.
Di sisi lain, Pimpinan Redaksi Media Relasi Publik Nong Daeng menegaskan komitmen media untuk menjaga independensi redaksi tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial pers. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan ekosistem informasi yang edukatif, tidak provokatif, serta berorientasi pada kepentingan publik.
Pertemuan ini menegaskan bahwa komunikasi informal, ketika dikelola secara profesional, dapat menjadi medium efektif dalam merumuskan kesepahaman bersama. Dari meja kopi yang sederhana, lahir gagasan besar tentang kolaborasi berkelanjutan antara aparat dan media demi terciptanya demokrasi informasi yang sehat dan berkeadaban.(*)














