Bupati Hendrajoni Buka Sosialisasi Program RIF, Kerjasama Indonesia Dengan Kanada

0

PAINAN, RELASIPUBLIK — Dengan semakin tingginya minat masyarakat berkunjung ke Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) untuk berwisata, harus disikapi dengan berbagai ide dan terobosan. Upaya itu harus dilakukan agar pengunjung tidak merasa bosan datang ke Pesisir Selatan.

Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hendrajoni pada pembukaan kegiatan Kick Off/Sosialisasi Program Responsive Innovative Fund (RIF) Tahap II yang diselanggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang), Rabu (4/9) di Hotel Hanna Painan.

“Potensi besar di sektor pariwisata sebagai mana dimiliki oleh Pessel saat ini, sudah dilirik oleh banyak orang. Agar pengunjung tidak merasa bosan, maka kita harus memiliki banyak ide dan terobosan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, RIF merupakan bagian dari proyek kemitraan antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dengan Pemerintah Kanada.

Dalam rangkaian sosialisasi RIF digelar beberapa kegiatan yakni diskusi interaktif, pembelajaran, serta penayangan video sebelum dan sesudah dilaksanakannya RIF tahap I.

Dikatakan, kerjasama Indonesia dengan Kanada dalam melakukan inovasi pengembangan produk unggulan daerah dilakukan untuk mendukung pariwisata di Kawasan Mandeh.

“Caranya tentu dengan tidak tinggal diam saja terhadap berbagai inovasi dan terobosan yang akan dikembangkan. Sebab banyak potensi yang bisa digali untuk mendukung sektor pariwisata itu, agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan yang difokuskan membahas peningkatan usaha, kemudahan investasi dan pengembangan ekonomi lokal itu, dihadiri oleh Senior LRED NSLID/NSELRED, Natalis, Kepala Bapedalitbang, Pessel, Yozki Wandri, Kepala DPMDP2KB Pessel, Hamdi, Camat dan para wali nagari se Kecamatan Koto XI Tarusan.

Menurut Hendrajoni, Pessel memiliki banyak potensi ekonomi baik di sektor pertanian, perkebuban, perikanan, kelautan, pariwisata, kuliner dan lain sebagainya.

Pusat-pusat pertumbuhan eknomi itu perlu dikembangkan secara maksimal dan komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepannya.

Kepala Bapedalitbang Pessel, Yozki Wandri menjelaskan bahwa kegiatan yang diikuti oleh camat, para walinagari dan instransi terkait lainya itu bertujuan untuk mensosialisasilan program RIF/NSLIC-NSELRED.

“Sosialisasi ini fokus membahas program dan kegiatan proyek inivasi RIF di Kawasaan Perdesaan berbasis industri pariwisata di Kecamatan Koto XI Tarusan. Serta juga membangun koordinasi dan penyamaan persepsi dengan para pemangku pengambil kebijakan tentang pentingnya program inovasi dari program RIF dalam melakukan inovasi Produk Unggulan Daerah (PUD),” ujarnya.

Dia berharap melalui kegiatan itu program RIF II tersosialisasi kepada masyarakat dan berbagai pihak terkait lainya, agar program tersebut bisa berjalan sukses di Pessel.

Senior LRED NSLID/NSELRED, Natalis, dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa Pessel tepilih sebagai salah satu dari 6 kabupaten di Indonesia yang menerima hibah pelaksanaan program pengembangan ekonomi lokal.

“Ini dilakukan melalui usulan inovasi daerah bertema “Inovasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah Dalam Rangka Mendukung Pariwisata di Kawasan Mandeh”. Program hibah ini merupakan bagian dari Proyek NSLIC/NSELRED, sebagai bentuk kemitraan Pemerintahan Indonesia melalui Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS dengan Pemerintahan Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC),” katanya.**

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.