Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaKota Padangpanjang

Hendri Arnis Wajibkan Setiap Bidang Lahirkan Inovasi, Padang Panjang Bidik Pemerintahan Lebih Kreatif

21
×

Hendri Arnis Wajibkan Setiap Bidang Lahirkan Inovasi, Padang Panjang Bidik Pemerintahan Lebih Kreatif

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus menciptakan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Komitmen itu disampaikan Hendri saat memaparkan inovasi unggulan Kota Padang Panjang dalam kegiatan Pemaparan Inovasi Pemerintah Daerah Regional Sumatera untuk Innovative Government Award (IGA) 2026, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang VIP Balai Kota dan diikuti Kepala Pusat Strategi Kegiatan Pembangunan, Keuangan Daerah dan Desa, Sarjayadi, bersama tim. Sebanyak 10 pemerintah daerah dari Regional Sumatera mendapat kesempatan mempresentasikan inovasi unggulan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Hendri menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar program tambahan atau kegiatan seremonial. Menurutnya, inovasi merupakan kebutuhan mendasar untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Ia menginstruksikan setiap bidang di lingkungan pemerintah daerah agar minimal melahirkan satu inovasi. Kebijakan tersebut juga diperkuat dengan keterlibatan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membangun budaya kerja yang kreatif dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk implementasi, Pemko Padang Panjang memaparkan dua inovasi unggulan, yakni Sistem Informasi Retribusi Pelayanan Kebersihan/Persampahan (SIRESA) dan Beranting Dini: Enam Kegiatan Satu Tujuan.

SIRESA menjadi terobosan dalam meningkatkan penerimaan PAD melalui digitalisasi pendataan dan pemungutan retribusi kebersihan. Inovasi tersebut berhasil mendorong peningkatan penerimaan dari Rp124 juta pada 2023 menjadi Rp752 juta hingga Oktober 2026.

Sementara itu, Beranting Dini merupakan pendekatan terpadu untuk mempercepat penurunan stunting melalui enam kegiatan yang melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, ayah, remaja putri, hingga balita. Program ini menunjukkan hasil positif di Kelurahan Koto Katik dengan penurunan prevalensi stunting hingga 2,77 persen pada Agustus 2026.

Untuk menjaga keberlanjutan inovasi, Pemko Padang Panjang menerapkan sistem penghargaan dan konsekuensi atau reward and punishment. Pemerintah juga mengadakan lomba OPD terinovatif serta memberikan apresiasi kepada ASN yang mampu menghasilkan inovasi berkualitas.

Penguatan budaya inovasi turut dilakukan melalui pengembangan bank data inovasi menggunakan aplikasi DIANA SARI. Sistem tersebut menjadi sarana pendataan dan pengelolaan berbagai inovasi agar dapat terdokumentasi serta dikembangkan secara berkelanjutan.

Tidak hanya di tingkat perangkat daerah, pengembangan inovasi juga didorong hingga kelurahan, puskesmas, dan sekolah. Dengan demikian, kreativitas dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik diharapkan tumbuh di seluruh lingkungan pemerintahan.

Dari sisi perencanaan, dukungan terhadap inovasi daerah juga dimasukkan dalam dokumen pembangunan, mulai dari RPJPD, RPJMD hingga RKPD. Secara khusus, SIRESA dan Beranting Dini telah memperoleh ruang dalam RKPD 2024–2026 untuk mendukung keberlanjutan program.

Hendri berharap pemaparan dalam ajang IGA 2026 tidak hanya menjadi kesempatan menunjukkan keberhasilan daerah, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas inovasi. Ia menekankan pentingnya komitmen, kolaborasi, dan konsistensi agar setiap inovasi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.(gito)