PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Setiap manusia memiliki batas waktu dalam menjalani kehidupan di dunia. Kepastian datangnya kematian menjadi pengingat penting agar umat Islam senantiasa memperbaiki diri dan mempersiapkan amal kebaikan sebelum waktunya tiba.
Pesan tersebut disampaikan Buya Ristawardi dalam tausiah kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi, Islamic Centre Kota Padang Panjang, Minggu (1/11/2026).
Dalam ceramahnya, Buya Ristawardi mengajak ratusan jemaah untuk memahami bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir perjalanan manusia. Dunia hanya menjadi tempat untuk mengumpulkan bekal sebelum memasuki kehidupan akhirat yang kekal.
Ia menegaskan bahwa manusia dan jin diciptakan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap kesempatan yang diberikan hendaknya digunakan untuk menjalankan perintah agama dan melakukan berbagai perbuatan baik.
Menurut Buya Ristawardi, pengabdian kepada Allah tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual. Setiap pekerjaan, amanah, serta aktivitas yang dilakukan manusia juga dapat menjadi jalan kebaikan apabila dilaksanakan dengan niat yang benar.
Ia menjelaskan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya terlihat dari banyaknya harta yang dikumpulkan atau tingginya kedudukan seseorang. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika manusia mampu memperoleh keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.
Sebaliknya, manusia akan mengalami kerugian besar apabila selama hidup hanya berorientasi pada urusan dunia tanpa mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Karena itu, keseimbangan antara menjalankan tanggung jawab dunia dan mempersiapkan akhirat perlu menjadi perhatian setiap muslim.
Buya Ristawardi juga mengingatkan bahwa seluruh kenikmatan yang dimiliki manusia merupakan pemberian Allah SWT. Tidak ada harta, jabatan, maupun kekuasaan yang dapat dibawa begitu saja ketika seseorang meninggalkan kehidupan dunia.
Ia kemudian mengingatkan bahwa ajal merupakan ketentuan yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Manusia tidak memiliki kemampuan untuk memastikan kapan kehidupan akan berakhir, sehingga memperbanyak amal saleh tidak seharusnya ditunda.
Dalam tausiahnya, ia turut menguraikan mengenai kehidupan alam barzakh. Fase tersebut merupakan masa penantian bagi manusia sebelum datangnya hari kebangkitan, sehingga menjadi pengingat tentang pentingnya mempersiapkan diri sejak masih hidup.
Kegiatan Subuh Mubarakah itu diikuti ratusan jemaah dari berbagai kalangan. Hadir pula Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Sekretaris Daerah Doni Hendra, unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, serta aparatur sipil negara.
Wakil Wali Kota Allex Saputra menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya partisipasi jemaah memperlihatkan komitmen masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian dari identitas Kota Padang Panjang.
Allex juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan keberadaan Islamic Centre sebagai pusat kegiatan keagamaan. Dengan semakin banyaknya kegiatan kajian dan pembelajaran Islam, Islamic Centre diharapkan dapat menjadi tempat yang mendorong masyarakat meningkatkan pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahmi.(gito)













