Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAKabupaten Tanah DatarSENI & BUDAYATERBARU

Bupati Tanah Datar: Perantau Adalah Kekuatan Besar Pembangunan Ranah

13
×

Bupati Tanah Datar: Perantau Adalah Kekuatan Besar Pembangunan Ranah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama peserta dan unsur pemerintah, lembaga adat, serta kepolisian usai kegiatan sosialisasi peningkatan peran Bundo Kanduang di Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026).

sumbar.relasipublik.com //  Tegal

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menegaskan bahwa perantau merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong kemajuan daerah. Sinergi yang terbangun antara ranah dan rantau dinilai menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan, memperkuat ekonomi masyarakat, hingga menjaga ikatan sosial dan budaya Minangkabau.

Penegasan tersebut disampaikan Eka Putra saat menghadiri Milad ke-1 Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang digelar di Gedung Yaumi, Minggu (26/7/2026).

Didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Tanah Datar Sri Mulyani, kehadiran Bupati disambut hangat para perantau Tanah Datar yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut pembangunan kampung halaman.

Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Tegal Muhammad Budi Eko mewakili Bupati Tegal, Ketua DPP IKTD Jabodetabek Dr. Yuherman, para perantau Ikatan Keluarga Minang (IKM) Jawa Tengah, pengurus IKTD Kabupaten Tegal, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Eka Putra mengapresiasi kekompakan dan soliditas warga Tanah Datar di perantauan yang berhasil menjaga persaudaraan melalui wadah IKTD.

“Perantau bukan hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan ranah dan rantau. Perantau adalah kekuatan besar pembangunan daerah, tempat bertanya, berdiskusi, sekaligus mitra pemerintah dalam memajukan Tanah Datar,” ujar Eka Putra.

Momentum Milad tersebut juga dimanfaatkan Bupati untuk memaparkan berbagai perkembangan pembangunan di Tanah Datar, khususnya pascabencana galodo yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, pemerintah terus mempercepat perbaikan infrastruktur strategis, mulai dari jalan hingga jembatan, baik yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan nornormal.

Selain pembangunan fisik, Eka Putra juga membeberkan sejumlah program unggulan yang terus berjalan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti Program Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizhah, bajak sawah gratis, tanam padi gratis, hingga perlindungan asuransi pertanian bagi petani yang mengalami gagal panen.

“Hingga saat ini sudah tercatat sekitar 25 ribu anak penghafal Al-Qur’an di Tanah Datar. Ini adalah investasi besar untuk membangun generasi masa depan yang berkarakter dan berakhlak,” ungkapnya.

Eka Putra juga mengingatkan para perantau agar terus menanamkan semangat kepedulian dan kebersamaan, baik di tanah rantau maupun terhadap kampung halaman.

“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga hubungan ranah dan rantau. Di mana pun berada, mari terus memberikan manfaat dan membantu sanak saudara di kampung halaman,” pesannya.

Sementara itu, Ketua IKTD Kabupaten Tegal Hasdiwarman menyampaikan bahwa Milad pertama ini menjadi bukti kekuatan persatuan warga Tanah Datar di perantauan.

“Ini adalah bentuk konsistensi kita di rantau, sebagaimana pepatah Minangkabau, dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang,” katanya.

Ketua Panitia Dendi Malin Mudo menambahkan, Milad ke-1 IKTD Kabupaten Tegal diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari ceramah agama hingga doa bersama yang disampaikan Ustadz Bin Ahmad Bin Muhammad Basalamah.

Ia menegaskan, berdirinya IKTD Kabupaten Tegal satu tahun lalu lahir dari semangat kebersamaan para perantau Tanah Datar yang ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah silaturahmi, pengabdian, dan kontribusi nyata untuk kemajuan Luhak Nan Tuo.

Milad pertama IKTD Kabupaten Tegal pun menjadi lebih dari sekadar perayaan hari jadi. Ia menjadi simbol bahwa ikatan ranah dan rantau tetap kokoh, dan bahwa kekuatan perantau tetap menjadi energi penting dalam membangun Tanah Datar menuju masa depan yang lebih maju. (d13)