Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAKabupaten Tanah DatarSENI & BUDAYATERBARU

Prahara Pulau Emas Hadir di Pagaruyung, Foto Jurnalistik Jadi Rekam Jejak Bencana

4
×

Prahara Pulau Emas Hadir di Pagaruyung, Foto Jurnalistik Jadi Rekam Jejak Bencana

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Sebuah foto tidak sekadar merekam gambar. Di balik sebuah jepretan, tersimpan fakta, kesaksian, dan cerita tentang sebuah peristiwa yang mungkin tak akan terulang dengan cara yang sama.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Pameran Foto Jurnalistik bertajuk “Prahara Pulau Emas” yang resmi dibuka Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly di halaman Istano Basa Pagaruyung, Senin (27/7/2026).

Pembukaan pameran ditandai dengan penandatanganan poster oleh Wakil Bupati Ahmad Fadly. Pameran yang berlangsung 27–30 Juli 2026 tersebut menghadirkan karya para pewarta foto yang mengabadikan berbagai peristiwa bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ahmad Fadly mengapresiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang dinilainya memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik melalui karya jurnalistik berbasis visual, terutama ketika bencana terjadi.

“Terima kasih telah menghadirkan foto-foto sebagai kilas balik peristiwa bencana. Foto-foto ini menampilkan fakta dan realita apa adanya yang terjadi di lapangan,” ujar Ahmad Fadly.

Menurutnya, kekuatan foto jurnalistik tidak hanya terletak pada nilai dokumentasinya, tetapi juga kemampuannya membangun kesadaran publik. Karena itu, ia berharap pameran tersebut tidak berhenti sebagai ruang apresiasi karya, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat.

“Melalui pameran ini, kita berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” katanya.

Foto Menjadi Saksi Ketika Bencana Terjadi

Korwil PFI Sumatera, Hendra Syamhari, mengatakan “Prahara Pulau Emas” merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja pewarta foto sekaligus upaya menghadirkan kembali rekaman visual dari berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

Foto-foto yang dipamerkan merupakan karya pewarta foto dari berbagai daerah yang turun langsung ke lapangan saat bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pewarta foto bertugas menyampaikan informasi melalui potret, dan itu harus sesuai fakta. Apalagi saat terjadi bencana,” ujar Hendra.

Menurutnya, dalam situasi bencana, foto memiliki posisi penting karena mampu memperlihatkan kondisi lapangan secara langsung kepada masyarakat. Sebuah gambar dapat menjadi rekaman sejarah sekaligus bahan refleksi atas sebuah peristiwa.

Ketua Pelaksana PFI Padang, Muhammad Arif Pribadi, menyampaikan pameran tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar serta mendapat dukungan dari PFI Pusat, Yayasan Mata Waktu, dan PT PLN (Persero).

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pameran dapat terlaksana.

“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Tanah Datar dan para sponsor atas terlaksananya pameran foto bertema ‘Prahara Pulau Emas’ yang diselenggarakan 27 hingga 30 Juli 2026,” ucapnya.

Dari Tanah Datar, Roadshow Berlanjut ke Aceh dan Medan

Tak hanya pameran, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan roadshow peluncuran buku foto jurnalistik “Prahara Pulau Emas”.

Buku tersebut sebelumnya telah diluncurkan di Omah Petroek, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/7/2026). Setelah Tanah Datar, rangkaian roadshow dijadwalkan berlanjut ke Aceh dan kemudian berakhir di Medan, Sumatera Utara.

Hadirnya pameran dan buku tersebut menjadi ruang penting untuk menjaga ingatan publik terhadap bencana. Sebab, ketika berita berlalu dan waktu terus bergerak, foto tetap menyimpan wajah sebuah peristiwa—tentang kehilangan, perjuangan, kepedulian, sekaligus ketangguhan manusia menghadapi bencana.

Turut hadir dalam pembukaan pameran Kepala Dinas Pariwisata Inhendri Abbas, Kepala Dinas Kominfo Dedi Tri Widono, Kalaksa BPBD dr. Ermon, Kabag Prokopim Roza Melfita, serta sejumlah undangan lainnya. (d13)