sumbar.relasipublik.com // Sungayang
Partai final Turnamen Sepak Bola Antar Nagari se-Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus menguji sportivitas para pemain dan suporter. Kapolsek Sungayang, IPTU Hosnitra Musda, S.H., M.M., yang menghadiri laga puncak di Stadion Mini Pulai, Nagari Sungayang, Minggu (18/10/2026), mengingatkan seluruh pihak agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pertandingan final mempertemukan AB Tanjung FC dari Nagari Tanjung dengan ABB FC dari Nagari Andaleh Baruh Bukik. Duel dua tim terbaik tersebut menjadi magnet perhatian masyarakat yang ingin menyaksikan laga penentuan sekaligus memberikan dukungan kepada tim kebanggaan nagari masing-masing.
Kehadiran Kapolsek Sungayang dalam partai puncak ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan kegiatan olahraga masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Dalam arahannya, IPTU Hosnitra Musda mengimbau para pemain agar bertanding secara sportif, mematuhi peraturan permainan, serta menghormati keputusan wasit. Menurutnya, kemenangan memang menjadi target setiap tim, tetapi nilai-nilai fair play dan persaudaraan harus tetap menjadi prioritas.
Ia juga mengingatkan para suporter agar memberikan dukungan secara positif, tidak mudah terpancing emosi, serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan antarpemain maupun antarsuporter.
“Jadikan pertandingan ini sebagai ajang menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan kebersamaan. Silakan memberikan dukungan kepada tim masing-masing, tetapi jangan sampai berlebihan hingga memicu keributan. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting, kita semua dapat menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” demikian pesan Kapolsek kepada para pemain dan suporter.
Kapolsek menegaskan, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak, termasuk panitia, pemain, ofisial, dan masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Menurutnya, turnamen sepak bola antar nagari tidak hanya menjadi wadah kompetisi untuk mengukur kemampuan atlet, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah masyarakat.
Karena itu, seluruh elemen yang terlibat diharapkan mampu menjaga suasana pertandingan tetap sejuk dan terkendali hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan memecah belah. Semangat itulah yang perlu dikedepankan dalam setiap pertandingan, sehingga rivalitas di lapangan tetap berada dalam koridor olahraga dan tidak merusak hubungan baik antarnagari.
Melalui pelaksanaan final yang aman dan kondusif, turnamen ini diharapkan tidak hanya melahirkan tim terbaik, tetapi juga meninggalkan teladan tentang pentingnya sportivitas, kedewasaan dalam berkompetisi, dan kebersamaan dalam menjaga kamtibmas di Kecamatan Sungayang.(d13)













