Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kota Solok

Digitalisasi Kemitraan Media, Pemko Solok Hadirkan Aplikasi SIKOMPAK

19
×

Digitalisasi Kemitraan Media, Pemko Solok Hadirkan Aplikasi SIKOMPAK

Sebarkan artikel ini
Foto: Pemerintah Kota Solok Luncurkan aplikasi SIKOMPAK (dok istimewa A3)

Solok, Relasipublik.com – Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi meluncurkan Aplikasi SIKOMPAK (Sistem Informasi Kemitraan Kominfo dan Pers Kota Solok) dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik di Ruang Bapperida Kota Solok. Inovasi digital ini dihadirkan untuk mempermudah administrasi kerja sama media, meningkatkan transparansi, serta memperkuat profesionalisme hubungan pemerintah dengan insan pers, Kamis (22/10/26)

Peluncuran SIKOMPAK menjadi langkah baru Pemko Solok dalam membenahi tata kelola kemitraan media yang sebelumnya dilakukan secara konvensional. Melalui sistem terintegrasi, proses administrasi, penugasan, dokumentasi pemberitaan, hingga pelaporan diharapkan berjalan lebih tertib, efektif, dan mudah dipantau.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang peningkatan kapasitas jurnalistik bagi wartawan yang bertugas di Kota Solok. Penerapan teknologi digital ini diharapkan tidak hanya menyederhanakan urusan administrasi, tetapi juga mendorong hubungan kerja yang profesional antara pemerintah daerah dan perusahaan pers.

Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M., melalui Staf Ahli Wali Kota, Irsyad, menyampaikan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mengawal kepentingan masyarakat.

Menurutnya, media tidak sekadar menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang faktual, objektif, dan berimbang.

Dalam pesan tertulisnya, Wali Kota menegaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai kewajiban bagi media untuk selalu menyajikan pemberitaan positif mengenai jajaran birokrasi.

Kritik konstruktif, pengungkapan fakta, serta penyampaian aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dari tugas jurnalistik yang profesional dan berlandaskan kode etik.

Prinsip tersebut menjadi landasan agar hubungan antara pemerintah dan pers tetap berjalan secara sehat, tanpa mengurangi independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Goestim, menjelaskan bahwa SIKOMPAK dikembangkan untuk mendukung pengelolaan kemitraan secara digital, mulai dari administrasi, penugasan, dokumentasi publikasi, hingga penyusunan laporan kegiatan.

Melalui platform ini, pencatatan kerja sama diharapkan semakin terstruktur, penggunaan dokumen fisik dapat dikurangi, serta perkembangan administrasi setiap media lebih mudah diketahui.

Nurzal juga menyoroti pentingnya kejelasan status kemitraan agar tidak menimbulkan persoalan dalam proses administrasi. Sistem pencatatan yang terintegrasi diharapkan mampu menghadirkan informasi yang lebih tertib dan akuntabel.

Di sisi lain, ia menekankan perlunya prinsip memanusiakan wartawan dengan menempatkan insan pers sebagai mitra sejajar yang harus dihargai dan diperlakukan secara profesional.

Langkah digitalisasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pola kerja sama yang lebih terbuka, dengan prosedur yang jelas bagi seluruh pihak.

Data Dinas Kominfo Kota Solok hingga 2026 mencatat sebanyak 60 media telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, 43 media sudah menjalin kerja sama aktif dengan pemerintah daerah, sedangkan 17 lainnya masih menjalani proses verifikasi.

Sementara itu, sebanyak 48 media tercatat telah terverifikasi Dewan Pers dan 35 wartawan telah mengikuti uji kompetensi.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan kemitraan yang terukur, terutama dalam memastikan kelengkapan administrasi, profesionalitas perusahaan pers, serta kompetensi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik.

Pemko Solok berharap keberadaan SIKOMPAK dapat mendukung proses tersebut melalui pendataan yang lebih rapi dan mekanisme administrasi yang mudah ditelusuri.

Selain pembenahan sistem administrasi, pemerintah daerah mendorong peningkatan kualitas pemberitaan yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Isu UMKM, pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, kebudayaan, hingga inovasi daerah diharapkan memperoleh ruang pemberitaan yang lebih luas. Dengan demikian, media dapat berkontribusi dalam memperkenalkan potensi lokal sekaligus menyuarakan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Pemko Solok juga menaruh perhatian pada tiga agenda utama, yakni pengelolaan SIKOMPAK secara profesional, peningkatan kompetensi dan independensi wartawan, serta keterbukaan jajaran pemerintah dalam membangun komunikasi dengan insan pers.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi publik yang lebih berkualitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Dalam agenda berikutnya, wartawan direncanakan mengikuti orientasi lapangan ke Kota Pekanbaru untuk mempelajari pengelolaan Command Center layanan darurat 112.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana Kota Solok menyiapkan Command Center terintegrasi yang ditargetkan menghubungkan layanan darurat 119, 118, dan 112 dalam satu sistem.

Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan koordinasi cepat antarlembaga.

Peluncuran SIKOMPAK menjadi salah satu bagian dari upaya transformasi digital Pemko Solok. Melalui sistem kemitraan yang transparan, peningkatan kapasitas jurnalistik, serta komunikasi yang terbuka, pemerintah daerah berharap hubungan dengan pers semakin profesional tanpa mengabaikan kebebasan dan independensi media.

Pada akhirnya, kemitraan yang sehat bukan hanya berkaitan dengan kelancaran administrasi, melainkan juga bagaimana pemerintah dan pers bersama-sama menghadirkan informasi yang akurat, mencerdaskan, serta bermanfaat bagi masyarakat Kota Solok. (A3)