Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Tanah Datar

KDKMP Harus Dikelola Profesional, Camat Salimpaung Tekankan Penguatan SDM dan Kolaborasi Ekonomi

7
×

KDKMP Harus Dikelola Profesional, Camat Salimpaung Tekankan Penguatan SDM dan Kolaborasi Ekonomi

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // TANAH DATAR

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong tidak sekadar menjadi lembaga ekonomi formal, tetapi mampu tampil sebagai kekuatan baru dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kunci utamanya terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola profesional, serta kolaborasi lintas program.

Hal tersebut disampaikan Camat Salimpaung Kartoni, S.H., M.H., saat mewakili Bupati Tanah Datar membuka secara resmi Pelatihan Manajemen Koperasi KDKMP di Aula Kantor Wali Nagari Salimpaung, Senin (6/7/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 6–7 Juli 2026, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas pengelola koperasi agar mampu menjalankan organisasi secara sehat, transparan, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kartoni menegaskan bahwa koperasi membutuhkan pengelola yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan komitmen kuat dalam mengembangkan usaha.

“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensi SDM pengelola koperasi. Tata kelola yang baik merupakan kunci agar koperasi dapat berkembang secara sehat, profesional dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai pengalaman dalam pengelolaan koperasi pada masa lalu harus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran. Kesalahan maupun kekurangan yang pernah terjadi jangan sampai kembali berulang, melainkan menjadi pijakan untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik.

“Kita belajar dari pengalaman masa lalu. Koperasi harus dikelola dengan manajemen yang baik, penuh tanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan,” tegasnya.

Kartoni juga melihat peluang besar apabila KDKMP, BUMNag dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dikelola secara profesional dan dibangun dalam pola kerja sama yang saling menguatkan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi masyarakat mulai dari produksi, pengelolaan usaha, hingga pemenuhan kebutuhan program pemerintah.

“Kalau KDKMP, BUMNag dan MBG dapat dikelola secara profesional dan saling berkolaborasi, tentu akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai program yang digagas pemerintah harus mampu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan, tetapi membutuhkan keseriusan dan komitmen para pelaksana di tingkat nagari.

“Program pemerintah ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen, keseriusan dan kerja sama seluruh pihak dalam mengimplementasikannya di lapangan,” lanjut Kartoni.

Wali Nagari: Koperasi Harus Hadirkan Manfaat Nyata

Sementara itu, Wali Nagari Salimpaung Syafril Basa menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai peningkatan kapasitas pengelola menjadi langkah penting agar KDKMP di Nagari Salimpaung tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi mampu berkembang menjadi unit ekonomi yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Syafril mengatakan, koperasi harus dibangun dengan prinsip kebersamaan, keterbukaan dan profesionalisme. Pengurus dan pengelola dituntut memahami tugas serta tanggung jawabnya sehingga setiap kegiatan usaha dapat berjalan terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sampai koperasi hanya kuat secara kelembagaan, tetapi lemah dalam pengelolaan. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus sangat penting agar KDKMP benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi nagari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, koperasi akan tumbuh apabila masyarakat merasa memiliki, percaya terhadap pengelola, serta melihat adanya manfaat nyata dari keberadaan koperasi.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Pengelolaan harus terbuka, profesional dan mengutamakan kepentingan anggota. Dengan begitu, koperasi bisa tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” kata Syafril.

Syafril berharap pelatihan selama dua hari tersebut tidak berhenti sebatas peningkatan pengetahuan di ruang kelas. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta harus diterapkan dalam pengelolaan KDKMP sehingga mampu melahirkan inovasi usaha dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Nagari Salimpaung.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah nagari, KDKMP, BUMNag dan berbagai program pemerintah lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar potensi ekonomi nagari dapat dikelola secara terpadu dan memberikan efek berganda bagi masyarakat.

Dengan penguatan SDM, tata kelola yang sehat dan kolaborasi lintas sektor, KDKMP diharapkan tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi tumbuh sebagai motor ekonomi kerakyatan yang benar-benar bekerja, produktif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (d13)