Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPOLITIKTERBARU

Dewan Bersyukur Atas Normalnya Penerbangan di Bandara Kalimantan Tengah

35
×

Dewan Bersyukur Atas Normalnya Penerbangan di Bandara Kalimantan Tengah

Sebarkan artikel ini
Bandara Haji Muhammad Sidik

Muara Teweh, Relasi Publik – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kab. Barito Utara mengucapakkan syukur atas kembali beroperasinya secara normal penerbangan di Palangkaraya, dan Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Sebelumnya kurang lebih dua bulan penerbangan kita lumpuh total akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

” Kita mendapat tentu menyambut baik kembali normalnya aktivitas penerbangan tersebut. Menurutnya, transportasi udara memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, serta aktivitas perekonomian daerah”, ungkap Gun Sriwitanto SH, Jumat 06/11/2026 di Muara Teweh.

Gun mengatakan bahwa kembali beroperasinya penerbangan khususnya di Bandara HMS Muara Teweh merupakan kabar baik bagi masyarakat Barito Utara, khususnya warga yang selama ini harus menggunakan transportasi darat ketika hendak bepergian kesuatu tempat.

Mudah-mudahan kedepannya karhutala tidak terjadi lagi, agar penerbangan bisa lancar berjalan seperti biasa. Kelancaran transportasi udara sangat membantu dan sangat dibutuhkan masyarakat pengguna, apalagi yang ingin berurusan ke daerah lain.

Ia mengatakan, selama penerbangan terganggu akibat kabut asap, masyarakat harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang, baik menuju Palangka Raya maupun Banjarmasin. Perjalanan dari Muara Teweh menuju Palangka Raya dapat mencapai 7–8 jam, sedangkan menuju Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar 9–11 jam. Kondisi tersebut tentunya cukup menyita waktu dan tenaga masyarakat.

Karena itu, ia berharap aktivitas penerbangan yang mulai kembali berjalan dapat terus dipertahankan dan pelayanan kepada penumpang semakin ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan Bandara HMS Muara Teweh merupakan salah satu infrastruktur transportasi strategis yang mendukung keterhubungan Kabupaten Barito Utara dengan daerah lain.

“Kita berharap agar kedepannya jadwal penerbangan dapat berjalan semakin konsisten, sehingga masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, kesehatan maupun kegiatan ekonomi,” katanya.

Semoga koordinasi antara pihak pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan instansi terkait terus ditingkatkan, terutama dalam mengantisipasi gangguan penerbangan akibat kondisi cuaca maupun faktor operasional lainnya.

Juga upaya pencegahan dan penanganan karhutla juga harus menjadi perhatian bersama. Sebab, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas transportasi serta kehidupan masyarakat, ungkapnya. (ca)