MUARA TEWEH, RELASI PUBLIK – Kabut asap pekat yang menyelimuti langit Muara Teweh di pagi hari bukan hanya sekadar embun. Itu adalah sinyal bahaya yang sangat dikenal warga Barito Utara: ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Menanggapi ancaman di musim kemarau ini, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Nety Herawati, S.E., angkat bicara tegas. Politisi Partai NasDem itu meminta semua pihak tidak menganggap remeh persoalan Karhutla.
“Karhutla bukan sekadar masalah asap. Ini masalah kesehatan, ekonomi, dan masa depan anak-anak kita. Jangan tunggu langit kita jadi kuning pekat baru kita panik dan bertindak,” ujar Hj. Nety Herawati saat ditemui di Gedung DPRD Barito Utara, Jumat (30/10/2026).
Sebagai Ketua Komisi I yang membidangi Hukum dan Pemerintahan, Hj. Nety menekankan tiga hal yang harus menjadi perhatian serius.
Pertama, pencegahan harus di hulu, bukan di hilir. Menurutnya, sosialisasi tidak boleh hanya formalitas di kantor, tetapi harus turun langsung ke desa-desa, ke para petani, dan ke perusahaan perkebunan.
“Kita harus edukasi masyarakat cara membuka lahan tanpa bakar. Berikan solusi, berikan bantuan alat. Petani kita butuh dibina, bukan hanya ditakuti dengan hukum,” tegasnya.
Kedua, perusahaan wajib siaga, jangan hanya cari untung. Hj. Nety mengingatkan seluruh korporasi perkebunan dan kehutanan yang beroperasi di Barito Utara wajib memiliki sarana dan prasarana pengendalian Karhutla yang lengkap serta regu siaga yang terlatih.
“Izin mereka beroperasi di tanah Barito Utara. Sudah sewajarnya mereka ikut menjaga langit Barito Utara tetap biru. Komisi I akan awasi ini,” tandasnya.
Ketiga, kekompakan adalah kunci. Ia mengapresiasi kerja BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, dan para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan. Namun, ia menilai tanpa kekompakan dari tingkat RT, Kepala Desa, Camat hingga Bupati, upaya itu akan sia-sia.
“Kalau satu desa kompak tidak membakar, maka satu kecamatan akan aman. Ini pekerjaan gotong royong. Mari kita jaga Barito Utara ini bersama,” ajaknya.
Di akhir wawancara, Hj. Nety menitipkan pesan khusus untuk seluruh masyarakat Barito Utara agar menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Untuk warga Barito Utara tercinta, mari kita jaga paru-paru daerah kita. Satu puntung rokok yang dibuang sembarangan, satu api kecil di ladang, bisa menjadi bencana besar,” pungkasnya. (ca)
