PASAMAN — Kabupaten Pasaman memiliki potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal sosial yang kuat untuk berkembang menjadi salah satu daerah terbaik di Sumatera Barat.
Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan tata kelola pemerintahan yang baik, integritas, kerja nyata, dan akuntabilitas pembangunan.
Hal itu disampaikan Asisten Administrasi Umum Setdakab Pasaman, Roichard, saat ditemui di Lubuk Sikaping, Selasa (13/10/2026), dalam momentum Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman.
“Pasaman memiliki modal yang cukup untuk maju. Tantangannya adalah bagaimana mengelola seluruh potensi tersebut secara efektif agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Roichard menilai kepemimpinan Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati Parulian Dalimunthe memiliki peluang untuk mendorong percepatan pembangunan melalui program-program prioritas.
Namun, menurutnya, keberhasilan kepemimpinan harus dibuktikan melalui capaian yang terukur, bukan semata-mata rencana dan janji.
Indikatornya antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta perbaikan akses pendidikan dan kesehatan.
“Setiap program harus memiliki sasaran yang jelas, dilaksanakan secara efektif, dan dievaluasi secara berkala. Anggaran yang digunakan juga harus dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat mengetahui manfaat nyata dari pembangunan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kemajuan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dukungan DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Membuka Peluang Kerja, Memperluas Manfaat
Dalam upaya menekan pengangguran, Roichard menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten Pasaman memfasilitasi akses terhadap peluang kerja di luar negeri, yang antara lain diperkenalkan melalui kegiatan job fair beberapa waktu lalu.
Menurutnya, inisiatif tersebut perlu ditindaklanjuti secara konsisten melalui kerja sama dengan pihak penyedia kerja, peningkatan keterampilan calon tenaga kerja, serta proses perekrutan dan penempatan yang resmi dan aman.
“Yang terpenting bukan hanya membuka peluang, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak. Hasilnya perlu diukur dari jumlah tenaga kerja yang berhasil ditempatkan, perlindungan yang mereka terima, dan dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Ia menilai keberhasilan program ketenagakerjaan juga perlu dilihat dari kemampuannya menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan, baik melalui pekerjaan di luar negeri maupun pengembangan lapangan kerja di dalam daerah.
Pasaman Bangkit Harus Terukur
Roichard menegaskan bahwa semangat Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan harus diwujudkan melalui kerja nyata, tata kelola yang transparan, dan evaluasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, cita-cita menjadikan Pasaman sejajar dengan kabupaten/kota terbaik di Sumatera Barat merupakan target yang layak diperjuangkan.
Namun, pencapaiannya membutuhkan konsistensi kebijakan, disiplin pelaksanaan program, dan keterbukaan terhadap evaluasi.
“Kita patut optimistis dengan potensi Pasaman. Tetapi optimisme harus berjalan bersama tanggung jawab. Keberhasilan pembangunan bukan hanya dinilai dari apa yang direncanakan pemerintah, melainkan dari apa yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Roichard. (spa)











