BALIKPAPAN — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan sarana fisik, tetapi juga harus mampu menghubungkan masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi.
Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri Dies Natalis ke-12 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026).
Menurut AHY, konektivitas yang semakin baik diharapkan mampu mendorong produktivitas dan meningkatkan kemakmuran masyarakat. Infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, perumahan, dan air bersih, merupakan kebutuhan mendasar yang turut menentukan produktivitas serta daya saing daerah.
Konektivitas antarwilayah juga dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi yang lebih luas, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan.
AHY menjelaskan, pembangunan infrastruktur memiliki cakupan strategis, mulai dari mendukung swasembada pangan, energi, dan air, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pertumbuhan ekonomi, menjaga ketahanan lingkungan, hingga mendorong pembangunan kewilayahan yang lebih merata.
Dalam kesempatan tersebut, AHY turut menyoroti pentingnya peningkatan konektivitas melalui transportasi darat, laut, dan udara, termasuk pengembangan kereta api untuk mendukung angkutan logistik.
Menurutnya, Kalimantan memiliki beragam komoditas unggulan, termasuk batu bara dan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang membutuhkan dukungan moda transportasi tangguh untuk menghubungkan pusat produksi dengan pasar domestik maupun internasional.
“Kereta ini, di banyak negara, menjadi tulang punggung konektivitas, terutama untuk angkutan logistik,” ujar AHY.
Ia menyampaikan, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus merencanakan dan mematangkan perhitungan pengembangan jaringan kereta api. Perencanaan tersebut membutuhkan kajian terperinci, meliputi tata ruang, kapasitas fiskal, serta keberlanjutan investasi, mengingat besarnya kebutuhan anggaran.
ITK Mitra Strategis Pemerintah
AHY menilai ITK memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pengembangan teknologi, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur untuk mendukung transformasi Kalimantan.
Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi agar pembangunan infrastruktur berjalan selaras dengan peningkatan kualitas SDM.
“Kita bersyukur berada di sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam. Tetapi, pada akhirnya, semua itu perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi, tetapi juga punya integritas,” katanya.
Menurut AHY, ITK berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa, khususnya di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Perguruan tinggi tersebut juga diharapkan terus berkembang sebagai engine of technology Kalimantan melalui penguatan riset, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Peran tersebut semakin penting seiring dengan posisi Kalimantan sebagai salah satu kawasan strategis dalam transformasi nasional.
Pengembangan energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, kehutanan, ekonomi maritim, logistik, kota cerdas, energi terbarukan, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan sektor yang membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan SDM berkualitas.
AHY juga mengingatkan kembali visi pendirian ITK bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni memperkuat pendidikan dan riset teknologi sebagai salah satu pilar transformasi bangsa.
“ITK merupakan salah satu faktor penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Oleh karena itu, tentu kehadiran saya di sini untuk mendorong dan menyemangati, sekaligus ingin berkolaborasi, karena infrastruktur sangat dibutuhkan dalam pembangunan sumber daya manusia,” tuturnya.
Selain penguasaan ilmu dan keterampilan, AHY mendorong mahasiswa ITK untuk memperkuat karakter, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kepemimpinan. Kelima aspek tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan pembangunan dan transformasi nasional.
AHY Tekankan Sinkronisasi Pusat dan Daerah
Terkait kebutuhan ruang fiskal daerah, AHY mengungkapkan telah berdiskusi dengan Gubernur Kalimantan Timur mengenai pentingnya hubungan yang saling mendukung antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan, daerah membutuhkan ruang fiskal yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang besar dan beragam. Bahkan, pemeliharaan serta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak membutuhkan anggaran tersendiri sebelum pemerintah membangun infrastruktur baru.
Di samping itu, pemerintah daerah harus memenuhi kebutuhan pendidikan, layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas SDM.
AHY juga menyampaikan dukungan terhadap kebijakan prorakyat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta upaya membuka peluang investasi yang lebih menjanjikan. Menurutnya, langkah tersebut membutuhkan kerja sama dan penyelarasan kebijakan yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Jadi, kami sepakat sekali tadi, pusat dan daerah harus benar-benar duduk bersama, menyinkronkan segala sesuatunya,” tegas AHY.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, serta Rektor ITK Agus Rubiyanto beserta jajaran.
AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Nazib Faizal; Staf Khusus Menko Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Irjen Pol Arief Rachman; serta Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Ahmad Khoirul Umam. (spa)











