ASAHAN, RELASI PUBLIK – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Perkebunan Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, berbagai pihak diharapkan ikut menjaga suasana demokrasi agar tetap berlangsung aman, damai dan menggembirakan.
Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Hinca IP Panjaitan XIII, SH, MH, ACCS, menyampaikan pandangannya melalui percakapan WhatsApp, Selasa (06/10/2026), menyikapi pemberitaan RelasiPublik.com berjudul “Jelang Pilkades Perkebunan Teluk Dalam, Manajemen PT Padasa Enam Utama Bantah Isu Ancaman Mutasi dan PHK.”
Hinca menekankan bahwa momentum pemilihan kepala desa semestinya ditempatkan sebagai pesta demokrasi masyarakat desa, bukan arena untuk mempertajam kepentingan maupun ambisi kekuasaan.
Menurutnya, proses demokrasi di tingkat desa harus dapat berjalan secara sehat, terbuka dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat. Perbedaan pilihan politik, kata dia, merupakan bagian yang wajar dalam sebuah proses demokrasi.
“Pastikan pesta demokrasi di desa itu riang gembira. Tak ada ambisi kekuasaan apapun kecuali sama-sama membangun desa,” ujar Hinca dalam percakapannya.
Ia menegaskan, pemilihan kepala desa merupakan salah satu saluran demokratis bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang mereka kehendaki. Karena itu, proses pemilihan harus diberikan ruang untuk berlangsung secara demokratis sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan dan tanpa suasana yang dapat menghilangkan kegembiraan dalam pesta demokrasi di tingkat desa.
“Pilkada itu salurannya secara demokratis. Demokrasi berjalan lancar dan menyenangkan,” tegas Hinca.
Legislator yang kerap membela masyarakat marjinal ini juga mengingatkan bahwa kontestasi politik pada akhirnya memiliki batas waktu. Ketika proses pemilihan telah selesai dan hasilnya ditetapkan, seluruh pihak semestinya kembali menyatukan langkah untuk membangun desa.
Menurut dia, kemenangan dalam sebuah kontestasi bukanlah tujuan akhir. Kepala desa yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab yang lebih besar, yakni memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik ketika proses pemilihan berlangsung.
“Setelah ada hasilnya, pesta demokrasi berakhir dilanjutkan dengan pelayanan ke masyarakat desa,” katanya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Pilkades bukan sekadar pertarungan memperoleh jabatan, melainkan bagian dari proses masyarakat desa menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan di wilayahnya.
Hinca berharap warga Desa Perkebunan Teluk Dalam dapat menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran, berdasarkan pertimbangan hati dan pikiran masing-masing. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya dalam menentukan sosok kepala desa yang dinilai paling sesuai dengan harapan warga.
“Selamat memilih kepala desa yang sesuai hati dan pikiran warga desa,” pungkasnya.
Pilkades Perkebunan Teluk Dalam sendiri menjadi perhatian masyarakat menyusul munculnya berbagai isu menjelang hari pemungutan suara. Dalam situasi tersebut, pesan untuk menjaga demokrasi tetap damai dan menggembirakan menjadi penting agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi persoalan yang dapat memecah hubungan sosial masyarakat desa.
Pada akhirnya, siapapun yang terpilih diharapkan mampu mengakhiri sekat-sekat politik setelah proses pemilihan selesai dan kembali mengutamakan kepentingan serta pelayanan kepada seluruh masyarakat Desa Perkebunan Teluk Dalam.(is)













