Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPOLITIKTERBARU

Jelang Pilkades Perkebunan Teluk Dalam, Manajemen PT Padasa Enam Utama Bantah Isu Ancaman Mutasi dan PHK

3
×

Jelang Pilkades Perkebunan Teluk Dalam, Manajemen PT Padasa Enam Utama Bantah Isu Ancaman Mutasi dan PHK

Sebarkan artikel ini
Baliho pelaksanaan Pilkades serentak Tahun 2026 tampak terpasang di lokasi TPS dekat kantor Desa Perkebunan Teluk Dalam.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Situasi menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Perkebunan Teluk Dalam, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, mulai memanas.

Di tengah persaingan dua calon kepala desa yang akan bertarung pada 7 Oktober 2026, beredar isu adanya tekanan terhadap karyawan PT Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon.

Isu tersebut menyebutkan, karyawan yang tidak memilih Calon Kepala Desa Nomor Urut 01, Muhammad Arifin Siregar, terancam dimutasi bahkan diberhentikan dari perusahaan apabila diketahui memberikan suara kepada calon nomor urut 02, Sugiharto.

Informasi mengenai dugaan tekanan tersebut disampaikan salah seorang karyawan kepada wartawan, Minggu (4/10/2026). Karyawan tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena khawatir berdampak terhadap pekerjaannya.

“Ngeri kali pemilihan kepala desa tempat kami, Pak. Karyawan yang memilih calon di luar dukungan perusahaan diancam akan dipindahkan dan bahkan akan dicari kesalahannya untuk diberhentikan,” ungkapnya.

Menurut sumber tersebut, pesan mengenai dukungan kepada calon nomor urut 01 disebut beredar secara berjenjang melalui mandor kepada para karyawan. Ia mengaku mendapat informasi bahwa para mandor menerima arahan dari asisten berdasarkan pesan WhatsApp yang disebut berasal dari Estate Manager PT Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam.

“Larangan tersebut langsung dari WA Pak EM (Estate Manager, red) kepada Asisten yang kemudian ditunjukkan kepada mandor-mandor untuk dilaksanakan di lapangan,” katanya.

Pihak manajemen PT Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam membantah adanya diskriminasi maupun tekanan terhadap karyawan terkait Pilkades.

Asisten Kepala (Askep) PT Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam, Waltris Tinambunan, menegaskan pihak perusahaan tidak mengetahui pilihan politik maupun dukungan masing – masing karyawan.

“Tidak ada diskriminasi terhadap karyawan. Kita tidak mengetahui siapa pendukung 01 dan 02. Kita tetap mengikuti SOP yang ada,” ujar Waltris ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (5/10/2026).

Waltris juga mengakui dirinya pernah hadir dalam kegiatan kampanye calon kepala desa nomor urut 01. Namun, menurutnya, kehadiran tersebut dilakukan karena mendapat undangan dari calon yang bersangkutan.

“Benar bang, saya ikut hadir dalam kampanye salah satu calon atas undangan dari calon,” katanya.

Meski demikian, Waltris menegaskan dirinya tetap bersikap netral dan mengikuti aturan yang berlaku dalam pelaksanaan Pilkades.
Bantahan serupa disampaikan Humas PT Padasa Enam Utama, Bambang Irawan Sinaga. Ia menegaskan dirinya bersama sejumlah asisten dan mandor tidak pernah mengarahkan karyawan untuk memilih calon nomor urut 01.

“Gak benar itu, Bang,” jawab Bambang melalui pesan WhatsApp.

Bambang juga membantah adanya penyampaian ancaman terhadap karyawan yang memberikan dukungan kepada calon nomor urut 02. Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai sikap resmi perusahaan terhadap pelaksanaan Pilkades Desa Perkebunan Teluk Dalam, Bambang meminta agar konfirmasi dilakukan secara langsung.

“Izin Bang, sebaiknya kalau Abang mau konfirmasi silakan jumpa saja kita, Bang. Saya rasa kurang relevan kalau saya sampaikan melalui WA seperti ini, Bang,” ujarnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Estate Manager PT Padasa Enam Utama Kebun Teluk Dalam, Asdeni Nasution, juga telah dilakukan. Asdeni yang dihubungi melalui WhatsApp pada Senin (5/10/2026) sempat meminta wartawan menunjukkan identitas pers. Setelah foto kartu identitas dikirimkan, nomor WhatsApp yang bersangkutan kemudian tidak lagi aktif sehingga permintaan konfirmasi lebih lanjut belum memperoleh jawaban.

Dengan demikian, sampai berita ini diterbitkan, pihak manajemen melalui Estate Manager belum memberikan penjelasan langsung terkait isu adanya dugaan arahan kepada karyawan untuk mendukung salah satu calon maupun isu ancaman mutasi dan pemberhentian terhadap karyawan yang berbeda pilihan.

Pilkades Desa Perkebunan Teluk Dalam sendiri akan digelar pada 7 Oktober 2026 dengan dua calon kepala desa, yakni Muhammad Arifin Siregar sebagai calon nomor urut 01 dan Sugiharto sebagai calon nomor urut 02.

Di tengah mencuatnya isu tersebut, perhatian kini tertuju pada bagaimana pelaksanaan Pilkades dapat berlangsung secara bebas, tertib dan demokratis, termasuk memastikan para pemilih dapat menentukan pilihannya tanpa tekanan maupun rasa takut.(is)