Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Ahmad Syarif: Kepemimpinan Sabar AS Bebas dari Intervensi

8
×

Ahmad Syarif: Kepemimpinan Sabar AS Bebas dari Intervensi

Sebarkan artikel ini
Tokoh muda Pasaman, Ahmad Syarif. (Dok. Spa)

PASAMAN, RELASI PUBLIK – Dari sekian banyak nilai lebih kepemimpinan Bupati Pasaman Sabar AS, ada satu nilai lebih yang mendapat perhatian khusus dari Ahmad Syarif, seorang tokoh muda Pasaman.

“Saya melihat kepemimpinan Pak Sabar bebas di Pasaman dari intervensi,” ujar Ahmad Syarif melalui sambungan telepon, Rabu, (2/4/2025). “Dia juga tidak di bawah tekanan para cukong,” tambahnya

“Dia bebas dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan di daerah yang dipimpinnya,” tambah Syarif. “Karena saya dapat informasi beliau tidak tersangkut hutang budi dengan pihak-pihak tertentu.”

Kepemimpinan yang bebas intervensi, apalagi intervensi terkait kepentingan pribadi, menurut Syarif, akan memudahkan sang pemimpin untuk menentukan arah dan kebijakan pembangunan.

“Terutama arah kebijakan pembangunan yang didedikasikan untuk kemajuan daerah dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Syarif.

Berbeda dengan kepemimpinan yang terkooptasi, menurut Syarif, arah dan kebijakan pembangunan yang digariskan akan banyak dipengaruhi oleh kepentingan sang pemilik modal atau cukong.

“Terkadang dengan mengorbankan kepentingan daerah dan masyarakat,” ucapnya. Dalam beberapa kasus, menurut Syarif, kepentingan daerah dan masyarakat tidak lagi menjadi bahan pertimbangan.

Keyakinan Syarif bahwa kepemimpinan Sabar di Pasaman tidak terkooptasi oleh kepentingan – kepentingan tertentu diperkuat oleh corak kepemimpinan Sabar yang sarat dengan muatan keagamaan.

“Saya sangat tidak yakin Pak Sabar rela mengorbankan kepentingan daerah dan masyarakat hanya karena beliau terobsesi untuk memenuhi target pribadi, ” ungkapnya.

Seseorang yang taat dengan ajaran agama, menurut Syarif,  sangat takut berbuat salah dan dosa karena keyakinan bahwa setiap perbuatan kelak akan dimintai pertanggungjawabannya,” tandas Syarif. (spa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *