Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAPERISTIWATERBARU

Warga Pino Raya Keluhkan Limbah PT SBS, Hasil Uji Laboratorium Belum Jelas

4
×

Warga Pino Raya Keluhkan Limbah PT SBS, Hasil Uji Laboratorium Belum Jelas

Sebarkan artikel ini
Kondisi aliran sungai di wilayah Kecamatan Pino Raya yang dikeluhkan warga karena airnya terlihat berwarna hitam.

BENGKULU SELATAN, RELASI PUBLIK – Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah PT Sawit Bengkulu Selatan (SBS) yang berlokasi di Desa Nanjungan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Warga mengeluhkan aroma limbah yang menyengat serta kondisi air sungai yang disebut masih terlihat berwarna hitam.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan warga karena dinilai mengganggu kenyamanan dan memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas lingkungan serta kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai.

Agus Yan, salah seorang warga Kecamatan Pino Raya, mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Menurutnya, terdapat dua hal utama yang menjadi keluhan masyarakat, yakni bau limbah yang menyengat dan kondisi air sungai yang masih terlihat hitam.

“Kalau memang pihak perusahaan sudah melakukan uji laboratorium terhadap limbah tersebut, kami berharap hasil pemeriksaannya dapat disosialisasikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya tanpa mengetahui bagaimana hasil pemeriksaan kualitas limbah tersebut,” ujar Agus Yan saat diwawancarai awak media, Senin (2/11/2026).

Ia berharap pemerintah daerah bersama dinas dan instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. Langkah tersebut diperlukan guna memastikan pengelolaan limbah PT SBS telah sesuai dengan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.

Agus Yan juga menilai keluhan masyarakat perlu ditindaklanjuti secara serius. Menurutnya, perlindungan terhadap lingkungan dan keselamatan warga harus menjadi perhatian bersama, di samping keberlangsungan kegiatan usaha perusahaan.

Masyarakat berharap pemerintah melakukan pemeriksaan kualitas air sungai serta pengujian limbah secara independen apabila diperlukan. Hasil pemeriksaan tersebut juga diminta disampaikan secara transparan agar warga memperoleh informasi yang jelas dan tidak terus diliputi ketidakpastian.

Sementara itu, terkait informasi bahwa limbah perusahaan telah menjalani pemeriksaan laboratorium bersama pemerintah daerah dan disebut tidak lagi mengandung amonia, masyarakat mengaku masih membutuhkan penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan tersebut.

Warga, khususnya di Kecamatan Pino Raya, berharap hasil uji laboratorium dapat dibuka kepada publik, termasuk penjelasan mengenai parameter yang diuji, waktu pengambilan sampel, serta kesimpulan pemeriksaan. Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui kondisi kualitas air dan pengelolaan limbah berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Sawit Bengkulu Selatan (SBS) belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat maupun informasi hasil uji laboratorium tersebut. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak perusahaan dan pemerintah daerah guna memperoleh penjelasan yang berimbang. (Hamdani)