Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kabupaten Lahat

Dari Ekonomi hingga Fisika dan Kimia, Siswa SMAN 4 Lahat Buktikan Prestasi Tak Mengenal Batas Disiplin Ilmu

7
×

Dari Ekonomi hingga Fisika dan Kimia, Siswa SMAN 4 Lahat Buktikan Prestasi Tak Mengenal Batas Disiplin Ilmu

Sebarkan artikel ini

Relasipublik.com | Lahat– Di balik setiap medali yang berkilau, tersimpan cerita tentang ketekunan, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus melampaui batas kemampuan diri. Bagi dua siswa SMAN 4 Lahat, prestasi bukan sekadar tentang memenangkan kompetisi, melainkan juga perjalanan panjang dalam membuktikan bahwa kesungguhan belajar mampu membuka pintu kesempatan yang lebih luas.

Kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SMAN 4 Lahat. Dua siswanya berhasil mengukir prestasi dalam ajang kompetisi sains tingkat nasional tahun 2026. Mereka adalah Muhammad Qos Alfar, siswa kelas XII.P7, dan M. Akhdan Al Faruzi, siswa kelas XI.P8. Keduanya berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu medali perak dari dua kompetisi berbeda.

Muhammad Qos Alfar menunjukkan kemampuannya dalam bidang Ekonomi. Ia berhasil meraih Medali Perak pada Olimpiade Sains Pelajar Indonesia (OPINI) 2026. Tidak berhenti sampai di sana, ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Medali Emas dalam ajang Indonesian Science Competition (ISC) 2026 pada bidang yang sama.

Dua pencapaian tersebut menjadi gambaran konsistensi dalam mendalami ilmu ekonomi. Sebuah bidang yang tidak hanya berbicara tentang angka, transaksi, dan perhitungan, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam memahami berbagai persoalan kehidupan dan dinamika masyarakat.

Sementara itu, M. Akhdan Al Faruzi menghadirkan prestasi yang tidak kalah membanggakan. Siswa kelas XI.P8 tersebut berhasil meraih dua medali emas sekaligus dalam Indonesian Science Competition (ISC) 2026, masing-masing pada bidang Fisika dan Kimia.

Keberhasilan meraih medali emas dalam dua disiplin ilmu sekaligus memperlihatkan keluasan minat akademik serta kemampuan memahami karakteristik ilmu pengetahuan yang berbeda. Fisika mengajaknya menelusuri hukum dan gejala alam, sementara Kimia membawanya memahami struktur, sifat, serta perubahan materi yang membentuk kehidupan sehari-hari.

Dua siswa, dua bidang keilmuan, dan satu semangat yang sama: menjadikan pengetahuan sebagai jalan untuk meraih prestasi.

Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa ruang kelas bukan satu-satunya tempat lahirnya keberhasilan. Ketika rasa ingin tahu dipelihara, kesempatan belajar dimanfaatkan, dan keberanian untuk berkompetisi terus tumbuh, siswa dapat menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Kepala SMAN 4 Lahat, Gerry Sugiarto, M.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian kedua siswa tersebut. Senin (02/11/2026)

Menurutnya, prestasi yang diraih Muhammad Qos Alfar dan M. Akhdan Al Faruzi merupakan kebanggaan bagi sekolah sekaligus bukti bahwa peserta didik SMAN 4 Lahat memiliki potensi besar untuk bersaing dalam kompetisi akademik tingkat nasional.

“Prestasi ini merupakan hasil dari semangat belajar, kerja keras, dan keberanian siswa untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Kami sangat mengapresiasi pencapaian Muhammad Qos Alfar dan M. Akhdan Al Faruzi. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berani mencoba, dan tidak pernah membatasi cita-cita mereka,” ungkapnya.

Ia juga berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemantik semangat bagi tumbuhnya budaya berprestasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi dan keunggulan masing-masing yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.

Bagi SMAN 4 Lahat, empat medali yang diraih kedua siswa ini memiliki makna lebih luas daripada sekadar angka dalam daftar penghargaan. Ada pesan pendidikan yang ingin ditegaskan: bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk bersinar melalui bidang yang diminatinya, selama potensi tersebut diasah dengan kesungguhan dan didukung oleh lingkungan pendidikan yang positif.

Pada akhirnya, medali mungkin menjadi simbol yang terlihat, tetapi nilai sesungguhnya terletak pada proses belajar yang mengantarkan seseorang sampai ke titik pencapaian tersebut.

Muhammad Qois Altaf dan M. Akhdan Al Farizi telah menorehkan bagian dari cerita membanggakan SMAN 4 Lahat. Sebuah cerita yang diharapkan tidak berhenti pada empat medali, tetapi terus berlanjut menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk berani bermimpi, berpikir lebih jauh, dan membuktikan kemampuan melalui karya serta prestasi. (EY)