Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BeritaPARIWARATERBARU

Ketua DPRD Muhidi Tegaskan Guru Kunci Utama Lahirkan Generasi Emas

3
×

Ketua DPRD Muhidi Tegaskan Guru Kunci Utama Lahirkan Generasi Emas

Sebarkan artikel ini

Sektor pendidikan memegang peranan krusial dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa bangsa menuju gerbang Indonesia Emas. Menyadari hal tersebut, Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi menegaskan komitmen penuhnya untuk terus mengawal dan memajukan mutu pendidikan di ranah Minang.

Komitmen strategis ini disampaikan Muhidi, saat menjadi narasumber dalam agenda Seminar dan Berbagi Praktik Baik Guru Fisika SMA dan SMK se-Sumbar. Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (22/10)

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Bagaimana Menjadi Pendidik Unggul Menuju Indonesia Emas,” Muhidi membedah tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan kontemporer. Sebagai tokoh yang memiliki latar belakang sebagai seorang pendidik, ia menekankan bahwa guru memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar daripada sekadar menuntaskan kurikulum di dalam kelas.

“Karena latar belakang saya adalah seorang pendidik, fokus dan program kerja yang saya kawal di parlemen akan selalu melekat erat dengan pembenahan sektor pendidikan. Kita harus sepakat dan melihat bahwa dari rahim dunia pendidikan inilah generasi masa depan yang tangguh dilahirkan,” ujar politisi senior tersebut di hadapan ratusan peserta.

Muhidi menggarisbawahi bahwa di era disrupsi teknologi saat ini, penguasaan materi pelajaran seperti fisika harus diimbangi dengan penanaman nilai-nilai moral. Guru dituntut tidak hanya menjadi penyampai ilmu pengetahuan (agent of knowledge), tetapi juga menjadi pembentuk karakter siswa (agent of character).

Kombinasi antara kecerdasan intelektual dan kekuatan mental-spiritual inilah yang diyakini menjadi modal utama menuju cita-cita Indonesia Emas.

Lebih lanjut, ia mendorong para guru fisika untuk berinovasi dan merumuskan metode pembelajaran yang menyenangkan serta adaptif. Fisika tidak boleh lagi dipandang sebagai momok menakutkan penuh rumus rumit, melainkan sebuah ilmu terapan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi nyata yang memberikan manfaat. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan dan mampu membangun kepercayaan diri siswa untuk berani mencoba hal baru,” tegas Muhidi menambahkan.

Menurut Muhidi, untuk melakukan lompatan besar di sektor pendidikan, diperlukan keberanian dari seluruh elemen pendidik untuk bersinergi dan berkontribusi secara konkret. Kebijakan politik anggaran dan legislasi di tingkat daerah pun diarahkan agar berpihak sepenuhnya pada peningkatan mutu sekolah serta kesejahteraan para guru.

“Pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa jika kita ingin benar-benar membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat luas, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Lewat kursi parlemen inilah, komitmen pendidikan ini kami perjuangkan secara regulasi,” kata alumnus IKIP Padang tersebut.

Agenda strategis ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi solid antara Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat bersama Departemen Fisika FMIPA UNP. Sinergi ini sengaja dibangun sebagai wadah resmi bagi para guru untuk saling berbagi teknik mengajar efektif di kelas serta memperkuat kompetensi pedagogik mereka.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Tercatat sebanyak 200 guru fisika tingkat SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat berpartisipasi aktif. Guna menjangkau wilayah yang luas, panitia mengombinasikan sistem pelaksanaan secara hibrida, yakni tatap muka langsung (luring) di aula dan sebagian lainnya terhubung melalui ruang virtual (daring).

Melalui momentum seminar ini, DPRD Sumbar bersama jajaran Dinas Pendidikan dan akademisi UNP berharap adanya akselerasi peningkatan mutu lulusan sekolah menengah. Penguatan kompetensi guru fisika ini diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran sains yang bermakna di ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Sumbar. (*)