PESSEL, RELASI PUBLIK–Pondok Pesantren Modern Hijrah Medina, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan menggelar beragam kegiatan edukatif, keagamaan, olahraga, dan kewirausahaan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, Senin hingga Kamis (19–22/10), tersebut menjadi sarana membentuk santri yang berakhlak mulia, mandiri, kreatif, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.
Peringatan HSN yang melibatkan peserta didik mulai dari Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TK IT) hingga SMA Terpadu Medina itu, dipusatkan di lingkungan pesantren.
Berbagai kegiatan digelar untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para santri, mulai dari Expo berupa bazar atau market day, penampilan bakat dan kreativitas, pertandingan olahraga, hingga perlombaan keagamaan.
Pembina Yayasan Pondok Pesantren Modern Hijrah Medina, Irwan Gustianto, ketika dihubungi Kamis (22/10), mengatakan bahwa peringatan HSN bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan nilai perjuangan santri sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap pendidikan pesantren.
Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan bazar dalam rangkaian Expo HSN 2026, didampingi para kepala sekolah dari masing-masing jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan tersebut.
Menurut Irwan, peringatan Hari Santri menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali peran penting ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa. Semangat perjuangan tersebut perlu dilanjutkan oleh generasi muda melalui pendidikan, pembentukan akhlak, penguasaan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Santri ini, kami ingin mengingatkan kembali perjuangan para santri sekaligus menumbuhkan minat dan kecintaan anak-anak terhadap dunia pesantren. Santri tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga harus mempunyai akhlak yang baik, kemandirian, kreativitas, dan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semangat tersebut sejalan dengan tema HSN 2026, yakni Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.
Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan bahwa santri memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berilmu, berkarakter, produktif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.
Irwan menilai, pendidikan pesantren harus mampu mengintegrasikan pemahaman agama dengan pembentukan karakter dan pengembangan kemampuan peserta didik. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua dan guru, menjaga persaudaraan, serta mampu menempatkan diri dengan baik di tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Peserta didik juga membutuhkan pengalaman langsung agar dapat mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari melalui kegiatan yang melibatkan interaksi sosial, kerja sama, dan tanggung jawab.
Atas dasar itu, peringatan HSN 2026 di Ponpes Modern Hijrah Medina dirancang dengan berbagai aktivitas yang memberikan kesempatan kepada santri untuk belajar sekaligus mengembangkan potensi diri. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta didik dalam bidang keagamaan, sosial, olahraga, dan kewirausahaan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian ialah Expo melalui bazar atau market day. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada santri untuk mengenal proses kewirausahaan secara langsung, mulai dari menyiapkan produk, menata barang dagangan, melayani pembeli, hingga membangun komunikasi yang baik dalam kegiatan jual beli.
Bazar tersebut menghadirkan beragam produk, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan masyarakat lokal. Selain menjadi media pembelajaran kewirausahaan, kegiatan itu juga memperkenalkan potensi usaha di lingkungan sekitar kepada para santri.
Melalui aktivitas tersebut, peserta didik dapat memahami bahwa berwirausaha tidak hanya membutuhkan kemampuan menghasilkan dan memasarkan produk, tetapi juga harus disertai kejujuran, amanah, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip muamalah dalam Islam yang mengutamakan kejujuran dan keadilan dalam bertransaksi. Dengan demikian, santri diharapkan mampu memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan materi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.
“Melalui market day ini, anak-anak belajar bahwa kemandirian perlu dibangun sejak dini. Mereka dapat mengenal dunia usaha, belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing. Semua itu merupakan bekal penting bagi mereka ketika kelak terjun ke tengah masyarakat,” jelas Irwan.
Selain kegiatan kewirausahaan, Expo HSN 2026 juga menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Melalui kegiatan tersebut, para santri memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melatih keberanian, rasa percaya diri, kedisiplinan, dan keterampilan berkomunikasi di hadapan orang banyak.
Irwan mengatakan, setiap anak memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui pendampingan dan kesempatan yang tepat. Karena itu, kegiatan yang memberikan ruang bagi santri untuk menampilkan kemampuan diri menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Menurutnya, pengembangan bakat juga dapat membantu peserta didik mengenali kelebihan masing-masing, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghargai kemampuan orang lain.
Pembinaan karakter selanjutnya dilakukan melalui pertandingan olahraga. Selain menjaga kebugaran jasmani, kegiatan tersebut mengajarkan santri tentang sportivitas, kerja sama tim, kepatuhan terhadap aturan, serta sikap bijaksana dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.
Rangkaian peringatan HSN 2026 di Ponpes Modern Hijrah Medina ditutup dengan upacara bendera pada Kamis (22/10). Upacara tersebut dihadiri perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lengayang, Arib Rahman, S.Pd.I., bersama unsur yayasan dan para kepala sekolah dari masing-masing jenjang pendidikan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Ponpes Modern Hijrah Medina berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun kemandirian, kreativitas, sportivitas, dan kepedulian sosial peserta didik.
Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki keterampilan, serta siap mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (yoniks)













