PESSEL, RELASI PUBLIK – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Bencana tersebut berdampak pada permukiman warga serta mengganggu akses transportasi di jalur lintas Tapan–Sungai Penuh yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Tanah longsor terjadi di kawasan Kampung Jangke Ayam, Nagari Sungai Gambir Sako Tapan. Material tanah, bebatuan, dan pohon tumbang menutupi badan jalan hingga menyebabkan akses transportasi sempat terputus total.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Minggu dini hari (11/10/2026), terdapat tujuh titik longsor di kawasan Sungai Gambir dan Sako Tapan. Timbunan material longsor menutupi badan jalan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu terjadinya longsor dan banjir di kawasan itu. Kondisi tanah yang labil serta meningkatnya debit air sungai turut memperbesar risiko bencana.
Sejumlah petugas dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pesisir Selatan dilaporkan melakukan penanganan di lokasi. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang terdampak.
Penanganan terus dilakukan agar jalur lintas Tapan–Sungai Penuh dapat kembali dilalui dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
(Aljufri)













