Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Di Sidang Paripurna DPRD Hari Jadi ke-81 Pasaman, Bupati Welly Suheri Banggakan 10 Program Unggulan

13
×

Di Sidang Paripurna DPRD Hari Jadi ke-81 Pasaman, Bupati Welly Suheri Banggakan 10 Program Unggulan

Sebarkan artikel ini
Sidang paripurna DPRD Pasaman memperingati Hari Jadi ke-81 Pasaman di Lubuk Sikaping, Kamis (8/10/2026).

PASAMAN, RELASI PUBLIK – Puncak Hari Jadi ke-81 Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dilakukan dalam sidang paripurna DPRD Pasaman yang digelar di Lubuk Sikaping, Kamis (8/10/2026).

Momentum peringatan yang mengusung tema “81 Tahun Pasaman: Menjaga Warisan, Menguatkan Kebersamaan, Menjemput Masa Depan” ini menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Pasaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengakselerasi pembangunan.

Sidang paripurna tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Pasaman, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pasaman, serta Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sumatera Barat, Edi Dharma.

Turut hadir Anggota DPR RI Dapil Sumbar II H. Benny Utama, pejabat perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif RI, pejabat Kementerian Kebudayaan RI, unsur Forkopimda, mantan kepala daerah, perwakilan bupati/wali kota se-Sumatera Barat, pimpinan instansi vertikal, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan bahwa peringatan usia ke-81 tahun adalah momentum untuk merawat kesinambungan pengabdian dari para pendahulu.

Bupati menekankan bahwa pembangunan pada hakikatnya harus bermuara langsung pada peningkatan harkat manusia, penguatan kreativitas anak nagari, serta perlindungan nilai budaya lokal.

Bupati Welly juga memaparkan komitmen pelaksanaan 10 Program Unggulan Pasaman Bangkit—seperti pendidikan dan seragam sekolah gratis, pengobatan gratis, bajak gratis, hingga pemerataan akses internet di wilayah 3T—yang terus dioptimalkan pelaksanaannya.

Ia menegaskan bahwa program-program tersebut bukanlah tujuan akhir birokrasi, melainkan instrumen nyata yang harus dievaluasi secara berkala agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Pasaman tidak dibangun oleh satu orang, bukan oleh satu pemerintahan, dan bukan pula oleh satu kelompok, melainkan dibangun bersama oleh seluruh elemen masyarakat,” katanya.

“Pemerintah daerah menyadari keterbatasan yang ada, karena itu kami senantiasa terbuka terhadap masukan, serta terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar potensi Pasaman berkembang optimal,” ujar Bupati Welly.

Sementara itu, membacakan sambutan tertulis Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Kepala Biro Kesra Setda Prov. Sumbar Edi Dharma menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan 81 tahun Kabupaten Pasaman.

Ia menggarisbawahi tiga pesan strategis dari tema hari jadi tahun ini: menjaga identitas kearifan lokal di tengah arus modernisasi, menempatkan masyarakat sebagai subjek pemberdayaan ekonomi dari tingkat nagari, serta menyiapkan kualitas sumber daya manusia dalam menjemput peluang masa depan.

Lebih jauh, Pemprov Sumbar menyoroti sejumlah peluang strategis nasional yang kini bergulir di Pasaman, salah satunya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bonjol sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Investasi energi bersih tersebut diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, dan mendorong usaha masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Hal itu turut diperkuat dengan dukungan program konektivitas jalan dan jembatan melalui Inpres Jalan Daerah guna menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi hasil pertanian Pasaman.

“Kemajuan Pasaman adalah kemajuan Sumatera Barat. Dengan memegang teguh filosofi saciok bak ayam, sadanciang bak basi, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten harus terus diperkokoh demi mewujudkan masyarakat Pasaman yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera,” tutur Edi Dharma.

Rapat paripurna ditutup dengan penegasan komitmen kemitraan harmonis antara pihak eksekutif dan legislatif di Pasaman untuk mengawal setiap kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan publik. (spa)