Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Polemik Jembatan Air Teluk Hessa Merembet ke Persaingan Pilkades

4
×

Polemik Jembatan Air Teluk Hessa Merembet ke Persaingan Pilkades

Sebarkan artikel ini
Postingan soal jembatan menjadi polemik bagi calon kepala desa di Air Teluk Hessa.(dok/ist)

ASAHAN, RELASI PUBLIK – Persoalan pembangunan jembatan penghubung di Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mulai menjadi perhatian publik.

Sorotan bermula dari sebuah postingan di media sosial Facebook akun Adv. Rahman Sitorus yang mempertanyakan keberadaan jembatan yang disebut tidak berfungsi dan tidak memiliki akses jalan memadai.

Dalam postingannya, persoalan tersebut dikaitkan dengan pembangunan pada masa Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Teluk Hessa tahun 2019.

Belakangan, polemik itu berkembang setelah diketahui pemilik akun tersebut adalah Abdur Rahman Sitorus SH, warga Desa Air Teluk Hessa yang kini ikut dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Air Teluk Hessa Tahun 2026.

Di sisi lain, nama Asniwati Siregar SH yang disebut dalam postingan tersebut juga tercatat sebagai salah satu calon kepala desa dalam Pilkades Air Teluk Hessa yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026.

Kondisi itu membuat persoalan jembatan tidak hanya menjadi perbincangan mengenai pembangunan fisik, tetapi juga dikaitkan sebagian warga dengan dinamika persaingan antarkandidat kepala desa.

“Mereka ini sama – sama calon kepala desa. Yang satu mantan Kepala Dusun V Desa Air Teluk Hessa, satunya lagi mantan Pj Kepala Desa Air Teluk Hessa,” ujar Adi, salah seorang warga Desa Air Teluk Hessa yang meminta identitas lengkapnya tidak dipublikasikan, kepada Relasipublik.com, Selasa (29/9/2026).

Menurut Adi, latar belakang kedua pihak yang kini sama – sama mengikuti Pilkades perlu diketahui masyarakat agar persoalan jembatan dapat dilihat secara utuh. Ia menilai, postingan mengenai jembatan penghubung Desa Air Teluk Hessa dengan Desa Danau Sijabut berpotensi dipersepsikan sebagai bagian dari dinamika politik menjelang Pilkades.

“Kalau menurut saya, postingan Pak Rahman di akun Facebooknya itu hanya bertujuan mencari sensasi dan popularitas untuk mendongkrak citranya, seolah dirinya calon kepala desa yang bersih dan tidak bermasalah,” kata Adi.

Namun, Adi juga mengungkapkan persoalan lain yang menurutnya perlu diklarifikasi, terutama terkait kapan perencanaan pembangunan jembatan tersebut dilakukan dan siapa yang mengusulkannya. Ia menyebut, proses perencanaan pembangunan jembatan berlangsung ketika Abdur Rahman Sitorus masih menjabat sebagai Kepala Dusun V Desa Air Teluk Hessa.

Selain persoalan waktu pembangunan, Adi juga mempertanyakan lokasi jembatan. Menurutnya, bangunan tersebut berada di kawasan perkebunan kelapa sawit milik warga, sementara badan jalan sebagai akses menuju jembatan hingga kini tidak tersedia.

“Kalau dibilang terbengkalai sepertinya kurang pas. Tapi kalau dibilang tidak tepat sasaran, baru betul. Karena sampai hari ini tidak ada badan jalan di lokasi pembangunan jembatan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Abdur Rahman Sitorus SH saat dikonfirmasi media ini, Rabu (30/9/2026), membenarkan bahwa dirinya ikut dalam kontestasi Pilkades Desa Air Teluk Hessa Tahun 2026.
Namun, Rahman membantah jika postingan mengenai jembatan tersebut dibuat untuk mencari popularitas ataupun menyerang nama baik Asniwati Siregar SH yang kini menjadi salah satu rivalnya dalam Pilkades.

Menurut Rahman, persoalan jembatan yang tidak berfungsi serta tidak adanya akses jalan menuju lokasi pembangunan memang perlu dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. “Tidak lah Pak, ya harus dipertanggungjawabkan soal jembatan yang tidak berfungsi ke masyarakat dan tidak adanya akses jalan menuju jembatan tersebut,” ujarnya.

Rahman juga membantah keterangan yang menyebut dirinya masih aktif menjabat sebagai Kepala Dusun V ketika pembangunan jembatan berlangsung. Menurutnya, saat pembangunan dilaksanakan, dirinya sudah menjalani cuti dari jabatan kepala dusun karena mengikuti pencalonan kepala desa pada 2019.

“Setelah berjalan tiga bulan saya cuti, barulah dikerjakan pembangunan jembatan tersebut,” jelasnya.

Terkait perencanaan pembangunan, Rahman juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan merupakan usulannya. “Meskipun saya kepala dusunnya pada waktu itu, tapi bukan saya yang mengusulkan pembangunan jembatan itu,” kilahnya.

Sayangnya, hingga berita ini dikirim ke redaksi, Camat Air Batu Muhammad Syarif AR, S.STP yang dimintai tanggapannya mengenai polemik jembatan tersebut yang melebar ke arah kontestasi Pilkades Air Teluk Hessa, belum memberikan keterangan.(is)