ASAHAN, RELASI PUBLIK – Sorotan terhadap kondisi jembatan penghubung di Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, mendapat respons dari Camat Air Batu Muhammad Syarif AR, S.STP.
Jembatan yang menghubungkan Desa Air Teluk Hessa dengan Desa Danau Sijabut tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah kondisi fisiknya diunggah melalui media sosial Facebook oleh akun Adv. Rahman Sitorus.
Menanggapi persoalan tersebut, Muhammad Syarif menyatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi fisik dan kelayakan jembatan yang menjadi akses masyarakat tersebut.
Menurutnya, meskipun baru sekitar delapan bulan menjabat sebagai Camat Air Batu, persoalan yang menyangkut kebutuhan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah kecamatan.
“Fokus kami saat ini adalah mencari jalan keluar terbaik dan tercepat agar akses mobilitas warga di sana bisa segera berfungsi dengan aman dan layak,” ujar Muhammad Syarif melalui percakapan WhatsApp dengan wartawan, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Ketika ditanya mengenai pernyataan Adv. Rahman Sitorus yang meminta agar pembangunan jembatan tersebut diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Asahan dan Kejaksaan Negeri Asahan, Syarif menyatakan menghormati pandangan tersebut.
“Kami sangat menghormati pandangan dan langkah yang disampaikan oleh siapa pun. Upaya pengawasan dari masyarakat adalah bagian dari ikhtiar menjaga transparansi yang tentu kita hargai,” jelasnya.
Syarif menegaskan, apa pun mekanisme maupun proses yang nantinya berjalan, Pemerintah Kecamatan Air Batu akan tetap berupaya memastikan masyarakat Dusun V, Desa Air Teluk Hessa, memperoleh akses jalan yang aman dan layak digunakan.
“Kami akan terus berupaya agar masyarakat Dusun V Air Teluk Hessa dapat memiliki akses jalan yang aman dan layak,” tegasnya.
Sebelumnya, kondisi jembatan tersebut menjadi sorotan setelah Adv. Rahman Sitorus mengunggah sejumlah informasi dan foto melalui akun Facebook miliknya.
Dalam unggahannya, Rahman menyebut jembatan tersebut dibangun pada September 2019 dengan anggaran yang disebutnya sebesar Rp100 juta. Ia mempertanyakan keberadaan bangunan tersebut karena menurutnya jembatan tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan dan belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Rahman yang mengaku sebagai warga setempat juga menyampaikan keprihatinan terhadap kebijakan pembangunan jembatan yang dilaksanakan pada masa pemerintahan Penjabat (Pj) Kepala Desa Air Teluk Hessa ketika itu.
Melalui unggahannya, Rahman meminta Inspektorat Kabupaten Asahan dan Kejaksaan Negeri Asahan melakukan audit terhadap pembangunan jembatan tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat perhatian sejumlah pengguna Facebook. Tercatat 49 orang memberikan tanda suka dan tiga akun memberikan komentar. Salah satu komentar datang dari akun Imam S. Soleh yang menuliskan, “Bukan tidak tepat, bukan tidak berpungsi.”
Sementara akun Nazaruddin Sihombing memberikan informasi berbeda mengenai nilai pembangunan. Ia mengaku pernah melihat papan proyek saat pekerjaan jembatan tersebut dilaksanakan.
“Pak Rahman itu kalau tak salah saya anggarannya saya lihat di papan plangnya Rp120 juta waktu pelaksanaan pembangunan,” tulis Nazaruddin pada kolom komentar.
Adapun akun Tiara Anggita memberikan komentar singkat, “Siap Ketua Kami,” disertai emotikon jempol.
Saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (27/9/2026), Adv. Rahman Sitorus membenarkan bahwa bangunan jembatan yang diunggahnya berada di Dusun V, Desa Air Teluk Hessa.
Rahman menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan pada 2019, ketika Pemerintah Desa Air Teluk Hessa dipimpin Penjabat Kepala Desa Asniwati Siregar, SH. Namun, Rahman mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab jembatan tersebut hingga kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Asniwati Siregar, SH yang disebut menjabat sebagai Pj Kepala Desa Air Teluk Hessa pada 2019, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan terkait pembangunan maupun kondisi jembatan tersebut.
Upaya konfirmasi telah dilakukan wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp sejak Minggu (27/9/2026). Pesan yang dikirim telah tersampaikan, namun belum mendapat jawaban.
Hal serupa juga dilakukan terhadap Pj Kepala Desa Air Teluk Hessa saat ini, Cakra Bakti, SH, M.Si. Konfirmasi melalui WhatsApp pada Senin (28/9/2026) juga belum memperoleh tanggapan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari kedua pihak tersebut mengenai proses pembangunan, nilai anggaran, maupun kondisi jembatan yang menjadi sorotan.(is)













