sumbar.relasipublik.com // TANAH DATAR
Hujan boleh mengguyur Batusangkar, namun semangat masyarakat untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 bersama-sama tak ikut surut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadirkan kemeriahan Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026 di Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Semula kegiatan dijadwalkan berlangsung di Lapangan Cindua Mato. Namun, karena kondisi cuaca dan hujan, lokasi nobar dipindahkan ke Gedung Nasional Maharajo Dirajo. Perubahan lokasi tersebut tak menyurutkan antusiasme masyarakat yang tetap memadati lokasi untuk menikmati pertandingan sepak bola terbesar dunia tersebut.
Kegiatan itu tidak sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan. Pemkab Tanah Datar menjadikan momentum tersebut sebagai ruang publik untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara pemerintah, Forkopimda dan masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, S.E., M.M., Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., serta Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi, S.STP., M.Si., bersama unsur Forkopimda dan masyarakat.
Sekda Tanah Datar Abdurrahman Hadi mengatakan, kegiatan bertajuk “Nobar Bola Gembira” tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis Pemkab Tanah Datar bersama TVRI Sumatera Barat.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam suasana yang santai, positif dan penuh kebersamaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan TVRI Sumatera Barat. Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati momen bersejarah Final Piala Dunia 2026 secara bersama-sama dalam suasana yang aman, nyaman dan penuh semangat,” ujar Abdurrahman.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat meskipun lokasi kegiatan harus dipindahkan akibat hujan.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menunjukkan kuatnya semangat masyarakat untuk berkumpul dan menikmati momentum olahraga dunia secara bersama-sama.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang tetap hadir dengan tertib dan menjaga suasana tetap kondusif. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat silaturahmi antara pemerintah, Forkopimda dan seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai momentum positif,” katanya.
Nobar tersebut pun menjadi gambaran bahwa ruang publik tidak selalu harus hadir dalam bentuk kegiatan formal. Momentum olahraga internasional juga dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, memperkuat rasa kebersamaan dan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Di tengah atmosfer pertandingan yang penuh ketegangan dan sorak-sorai, Gedung Nasional Maharajo Dirajo berubah menjadi ruang kebersamaan warga Tanah Datar. Hujan yang sempat memaksa perpindahan lokasi justru menjadi bagian dari cerita tersendiri dalam perhelatan nobar Final Piala Dunia 2026 di Batusangkar. (d13)











