Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMAKabupaten Solok

Jalan Nasional di Aia Dingin Mendesak Dibangun, Warga Desak Pemerintah Percepat Realisasi

×

Jalan Nasional di Aia Dingin Mendesak Dibangun, Warga Desak Pemerintah Percepat Realisasi

Sebarkan artikel ini
Foto : istimewa

Solok, Relasipublik.com — Harapan masyarakat Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, terhadap percepatan pembangunan jalan nasional kembali mengemuka. Persoalan infrastruktur tersebut dibahas dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah pihak terkait di Jorong Cubadak, Jumat lalu.

Pertemuan itu menjadi ruang bagi pemerintah nagari dan masyarakat untuk menyampaikan secara langsung kondisi serta kebutuhan pembangunan jalan yang dinilai memiliki arti penting bagi mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut unsur PUPR, Barentilbang Kabupaten Solok, Balai terkait di Provinsi Sumatera Barat, Camat Lembah Gumanti, Pemerintah Nagari Aia Dingin serta masyarakat terdampak. Sedikitnya 142 orang masyarakat turut hadir dan menyampaikan aspirasi terkait percepatan pembangunan.

Penjabat Wali Nagari Aia Dingin, Heril Wandi, S.Pd.I, mengatakan pertemuan tersebut merupakan langkah penting untuk mendorong agar persoalan pembangunan jalan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berlanjut pada langkah konkret.

Menurutnya, kebutuhan terhadap pembangunan jalan nasional semakin mendesak karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pemerintah nagari, kata dia, berupaya mengawal aspirasi warga agar mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi teknis.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyampaikan langsung kondisi dan harapan masyarakat kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Kami berharap ada tindak lanjut yang jelas sehingga pembangunan jalan ini dapat segera direalisasikan,” ujar Heril Wandi dikediamnnya, Minggu (22/08/26)

Ia menegaskan, pemerintah nagari bersama masyarakat siap mendukung proses percepatan pembangunan, termasuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar setiap persoalan yang menjadi kendala dapat dicarikan solusi.

Sementara itu, salah seorang masyarakat, Iril (50), menyampaikan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, tetapi menyangkut kepentingan masyarakat secara luas.

Menurutnya, kondisi akses jalan yang belum tertangani secara optimal dapat berdampak terhadap aktivitas warga, terutama mobilitas, distribusi hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap pemerintah benar-benar mendengar aspirasi masyarakat. Jalan ini sangat penting bagi kami. Jangan sampai persoalan ini terus dibahas, tetapi realisasinya tidak kunjung terlihat,” kata Iril.

Ia berharap pertemuan yang dihadiri berbagai unsur pemerintah tersebut menjadi awal dari adanya kepastian dan langkah nyata. Masyarakat, lanjutnya, membutuhkan kejelasan mengenai proses dan tahapan pembangunan jalan tersebut.

Besarnya jumlah masyarakat yang hadir menunjukkan tingginya perhatian warga terhadap rencana pembangunan jalan nasional di wilayah Aia Dingin.

Kehadiran unsur pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah nagari diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dapat segera mendapatkan solusi.

Bagi warga Aia Dingin, pembangunan jalan bukan hanya soal memperbaiki akses. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat serta membuka akses yang lebih baik terhadap berbagai pelayanan publik.

Karena itu, masyarakat kini menunggu satu hal yang paling penting: bukan lagi sekadar pertemuan, melainkan kepastian tindak lanjut dan realisasi pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *