Solok, Relasipublik.com — Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM, mendorong 74 nagari di Kabupaten Solok mempercepat transformasi digital melalui program Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok.
Kegiatan yang digelar di Hotel Primer Kota Solok, Sabtu (8/8/2026), diikuti 100 peserta yang terdiri dari operator website 74 nagari serta pegiat media sosial, pendamping literasi digital dan kreator berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Nurfirmanwansyah menegaskan, Smart Village tidak boleh berhenti pada keberadaan website nagari. Teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi pemerintahan dan partisipasi masyarakat.
“Smart Village bukan hanya tentang memiliki website, tetapi bagaimana website nagari benar-benar menjadi instrumen pelayanan publik yang efektif, cepat, transparan dan berbasis digital,” tegas Nurfirmanwansyah.
Ia menyebut perkembangan AI sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pemerintah nagari harus mampu beradaptasi. Menurutnya, nagari merupakan garda terdepan karena paling dekat dengan masyarakat.
“Pelayanan publik hari ini harus berbasis digital. Website nagari harus berkembang menjadi pusat layanan masyarakat, informasi pembangunan, promosi potensi nagari dan ruang partisipasi warga,” lanjutnya.
DPMN: Kabupaten Solok Berpeluang Jadi Pilot Project
Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat DPMN Kabupaten Solok, Yunarti Sahara, SH., MH, mengapresiasi program tersebut.
Ia menilai penguatan Smart Village sejalan dengan arah pembangunan digital Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program Creative Hub.
“Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan Kabupaten Solok dapat menjadi pilot project pengembangan Smart Village di Sumatera Barat,” ujar Yunarti.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMMY Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM, menyatakan perguruan tinggi siap berkolaborasi dalam pengembangan kapasitas digital masyarakat nagari.
Menurutnya, keterlibatan UMMY merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH, mengatakan kegiatan difokuskan pada pengelolaan website, literasi digital, keamanan informasi, media sosial dan pemanfaatan AI.
“Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat hingga ke tingkat nagari,” katanya.
Nurfirmanwansyah menambahkan, penguatan literasi digital juga berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok.
Ia berharap Smart Village mampu melahirkan nagari yang adaptif terhadap teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengoptimalkan potensi lokal menuju Indonesia Emas 2045. (A3)













