Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
BERITA UTAMADAERAHTERBARU

Wagub Sumbar Vasko Minta Masyarakat Bersabar Hadapi Kemacetan Proyek Jalan Padang–Solok

4
×

Wagub Sumbar Vasko Minta Masyarakat Bersabar Hadapi Kemacetan Proyek Jalan Padang–Solok

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy meninjau langsung proyek peningkatan Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto di Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu (2/8/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK – Kemacetan yang terjadi di ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto selama proses peningkatan kemantapan jalan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mendapat perhatian Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy.

Saat meninjau langsung lokasi pekerjaan di Nagari Talang, Kabupaten Solok, Minggu sore (2/8/2026), Vasko meminta masyarakat bersabar menghadapi ketidaknyamanan yang muncul selama proyek berlangsung. Ia juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk tetap tertib dan mematuhi arahan petugas demi kelancaran arus lalu lintas.

Menurut Vasko, kemacetan merupakan konsekuensi yang sulit dihindari dalam setiap pembangunan infrastruktur. Meski demikian, kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau kita ingin jalan yang lebih baik, tentu ada proses yang harus dilalui. Salah satu risikonya memang kemacetan. Mau tidak mau kita harus menghadapi itu, karena kalau tidak, pembangunan tidak akan berjalan dan kondisi jalan akan terus mengalami kerusakan,” ujar Vasko.

Ia menegaskan, pembangunan jalan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan berkendara, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat distribusi logistik yang menjadi salah satu penggerak perekonomian Sumatera Barat.

“Pembangunan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersabar, tertib, dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” katanya.

Selama proses pekerjaan berlangsung, diterapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas secara bergantian setiap 15 menit. Karena itu, Wagub mengimbau masyarakat agar mematuhi pengaturan lalu lintas serta arahan petugas demi keselamatan bersama.

Vasko memastikan Pemerintah Provinsi Sumbar terus berkoordinasi dengan BPJN agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa mengurangi kualitas konstruksi.

“Insyaallah, kalau pekerjaan ini selesai, masyarakat akan menikmati jalan yang lebih kuat, lebih aman, dan lebih nyaman untuk dilalui. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar dan selesai sesuai target,” tutupnya.

Ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto merupakan salah satu jalur strategis di Sumatera Barat dengan volume kendaraan dan tonase angkutan barang yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan perkerasan aspal lebih cepat mengalami kerusakan sehingga BPJN Sumbar meningkatkan konstruksi jalan dari aspal menjadi perkerasan kaku (rigid beton).

Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II BPJN Sumbar, Masudi, menjelaskan bahwa peningkatan konstruksi dilakukan berdasarkan kajian teknis dengan mempertimbangkan volume lalu lintas, beban kendaraan, serta kondisi struktur tanah. Penggunaan rigid beton diharapkan mampu meningkatkan daya tahan jalan sehingga umur layanannya lebih panjang.

Pada 2026, pekerjaan rigid beton di Kabupaten Solok dipusatkan di Nagari Talang, mulai dari kawasan SMP Negeri 1 Talang hingga Rumah Makan Sawah Ujuang dengan panjang penanganan sekitar satu kilometer.

Selain pembangunan rigid pavement, BPJN Sumbar melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II juga melaksanakan rehabilitasi minor sepanjang 3.197 meter yang tersebar di tujuh titik di ruas Jalan Nasional Padang–Solok–Sawahlunto. Pekerjaan tersebut meliputi pelapisan ulang Laston Lapis Aus (AC-WC), pembangunan bahu jalan beton, perbaikan lapis pondasi agregat Kelas A, serta perbaikan campuran aspal panas di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

BPJN mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Bagi pengguna jalan yang ingin menghindari kepadatan dari arah Padang menuju Kota Solok maupun sebaliknya, tersedia dua jalur alternatif, yakni melalui ruas Jawi-Jawi–Guguak dan Sari Manggis. (Adpsb/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *