Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
TERBARU

Mahyeldi Dorong Implementasi Perda Ketahanan Keluarga Demi Wujudkan Generasi Emas 2045

4
×

Mahyeldi Dorong Implementasi Perda Ketahanan Keluarga Demi Wujudkan Generasi Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin Upacara Hari Keluarga Nasional 2026 di Kantor Gubernur Sumbar.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berfoto bersama para penerima penghargaan ASN Model Ketahanan Keluarga usai memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6/2026).

SUMBAR, RELASI PUBLIK – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Untuk itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan segera mempercepat implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga agar mampu menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.

Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Senin (29/6/2026).

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumbar telah memiliki Perda Ketahanan Keluarga sebagai bentuk komitmen membangun keluarga yang berkualitas. Namun, regulasi tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan penyusunan aturan pelaksana sehingga dapat diterapkan secara efektif di tengah masyarakat.

“Kita sudah memiliki Perda Ketahanan Keluarga. Sekarang yang diperlukan adalah implementasi yang maksimal. Jangan sampai regulasi hanya menjadi dokumen, sementara persoalan keluarga masih terus meningkat,” tegas Mahyeldi.

Tingginya Angka Perceraian Jadi Perhatian

Gubernur menilai tingginya angka perceraian di Sumatera Barat menjadi salah satu indikator bahwa ketahanan keluarga masih perlu mendapat perhatian serius. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bersama BKKBN dan instansi terkait segera menyelesaikan regulasi turunan sebagai dasar pelaksanaan program di lapangan.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, hingga perilaku menyimpang lainnya.

Mahyeldi menegaskan bahwa membangun keluarga berkualitas bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga merupakan amanah agama dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Pendidikan Keluarga Harus Dimulai Sejak Dini

Selain memperkuat regulasi, Mahyeldi juga mendorong pendidikan keluarga diberikan sejak usia muda. Ia menilai pembekalan mengenai kehidupan berumah tangga tidak cukup dilakukan menjelang pernikahan, tetapi perlu diperkenalkan kepada pelajar dan mahasiswa sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis di masa depan.

Karena itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memperkuat pendidikan karakter, ketahanan mental, serta nilai-nilai keagamaan dalam lingkungan keluarga.

“Kalau kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka keluarga harus menjadi prioritas. Mari kita jaga keluarga kita masing-masing, memperkuat pendidikan karakter, keimanan, dan keteladanan agar lahir generasi Sumatera Barat yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.

Berikan Penghargaan ASN Teladan Ketahanan Keluarga

Usai upacara, Gubernur menyerahkan penghargaan kepada para pemenang ASN Model Ketahanan Keluarga di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada aparatur sipil negara yang dinilai berhasil membangun keluarga harmonis, berkualitas, dan berketahanan, sekaligus menjadi contoh bagi ASN lainnya.

Mahyeldi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Ia berharap peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, berakhlak mulia, serta mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

(adpsb/rmz/bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *