PAINAN, RELASI PUBLIK — Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Painan, Rudi Hardian (37), nekat mendatangi Istana Negara untuk menemui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Langkah tersebut ia tempuh demi mencari keadilan atas persoalan kredit yang dialaminya dengan salah satu bank BUMN tersebut.
Rudi Hardian merupakan warga Kampung Dusun Baru Tapan, Nagari Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Ia mengaku tengah menghadapi permasalahan hutang-piutang dengan pihak perbankan yang dinilainya telah menghilangkan hak-haknya sebagai nasabah.
Menurut Rudi, terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkaranya. Padahal, ia bukanlah nasabah baru, melainkan telah belasan tahun menjadi nasabah tetap di bank tersebut.
“Namun meski sudah lama menjadi nasabah, tetap saja ada celah untuk melakukan tindakan yang merugikan dan menghilangkan hak nasabah,” ujarnya, Jumat (30/1/2026), melalui sambungan WhatsApp.
Ia membeberkan, pihak bank tidak memberikan ruang untuk melakukan restrukturisasi kredit. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara nilai klaim asuransi dengan asuransi yang ia bayarkan, bahkan ia menduga adanya manipulasi tanda tangan oleh oknum petugas bank.
“Akibatnya, rumah dan tempat usaha saya kini terancam dilelang,” kata Rudi.
Rudi menjelaskan, kondisi ekonominya saat ini tengah terpuruk setelah usaha yang telah ia geluti selama belasan tahun mengalami musibah kebakaran pada 22 Juni 2024 lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian mencapai miliaran rupiah.
“Kerugian akibat kebakaran itu sekitar Rp1,6 miliar. Usaha yang saya rintis hangus, termasuk rumah saya,” terangnya.
Ironisnya, setelah musibah tersebut, muncul persoalan baru berupa diterbitkannya surat perintah pengosongan rumah.
Padahal, rumah tersebut dibangun kembali menggunakan dana klaim asuransi sebesar Rp280 juta.
“Sebelum kebakaran, saya adalah nasabah yang taat. Bisa dicek riwayat saya, makanya saya bisa meminjam selama belasan tahun,” tambahnya.
Karena tidak menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapinya, Rudi akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri menemui Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung di Istana Negara.
“Saya ingin menemui Pak Presiden. Saya hanya menginginkan keadilan. Jangan sampai rumah saya disita dengan cara yang tidak sesuai prosedur,” tuturnya.
Ia berharap persoalan yang menimpanya dapat memperoleh penyelesaian yang adil, serta pihak perbankan tidak mengambil keputusan sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi dan itikad baik nasabah.
“Makanya saya minta bantuan langsung kepada Pak Presiden,” pungkasnya.
(Ferdi)














