Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMATERBARU

Goro Bersama Warga, Pemnag Punggasan Timur Perbaiki Jembatan Gantung Talatau

132
×

Goro Bersama Warga, Pemnag Punggasan Timur Perbaiki Jembatan Gantung Talatau

Sebarkan artikel ini
Semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Nagari Punggasan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti,. (Dok. nagari )

PUNGGASAN TIMUR — Pemerintah Nagari Punggasan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar gotong royong (goro) bersama masyarakat untuk memperbaiki Jembatan Gantung Talatau di Kampung Koto Panjang, Senin (29/12/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari Punggasan Timur, Tarmizi Lameri, dan diikuti perangkat nagari, para kepala kampung, tokoh adat, serta masyarakat dari berbagai lapisan. Sejak pagi hari, warga tampak antusias turun ke lokasi goro dengan membawa peralatan seadanya.

Jembatan Gantung Talatau selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama bagi para peladang dan petani yang setiap hari mengangkut hasil pertanian dari kebun dan sawah menuju permukiman maupun ke pusat penjualan. Kondisi jembatan yang mulai mengalami kerusakan menyulitkan warga dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

Pj Wali Nagari Punggasan Timur, Tarmizi Lameri, mengatakan perbaikan jembatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah nagari terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Jembatan ini merupakan urat nadi ekonomi warga Kampung Koto Panjang. Jika akses ini terganggu, aktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat ikut terhambat. Karena itu, kita lakukan perbaikan melalui gotong royong bersama,” ujarnya di sela kegiatan.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal sosial penting dalam membangun nagari, terutama dalam menjaga fasilitas umum yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga.

Goro tersebut juga dihadiri sejumlah ninik mamak dari berbagai suku, di antaranya Ajis Dt. Rajo Alam dari Suku Panai, Amal Wk Dt. Gindo Lenggang dari Kaum Sikumbang, serta Sabar Manti Dt. Mangkuto Basa. Kehadiran para tokoh adat ini dinilai memperkuat dukungan dan partisipasi masyarakat. (Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *