Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BERITA UTAMAPENDIDIKANTERBARU

Peduli Korban Banjir Bandang, Fakultas Pertanian UNAND Turun Langsung ke Batu Busuk

74
×

Peduli Korban Banjir Bandang, Fakultas Pertanian UNAND Turun Langsung ke Batu Busuk

Sebarkan artikel ini
Bantuan sosial diarahkan kepada kebutuhan harian yang urgen dibutuhkan masyarakat terdampak seperti paket sembako, pakat pakaian harian dan sekolah siswa yang rumah nya terdampak, paket alat alat dapur rumah tangga, paket alat alat kebersihan lingkungan. (Dok. Wh)

PADANG, RELASI PUBLIK — Fakultas Pertanian UNAND menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan galodo Sumatera Barat (Sumbar), terutama masyarakat terdampak d batu busuk kelurahan Kapalo Koto dan Lambung bukit kecamatan Pauh kota Padang.

Penetapan 2 lokasi ini sebagai lokasi pengabdian pada kondisi tanggap darurat bencana ini di karena lokasi ini merupakan lokasi terdekat atau yang disering disebut wilayah sekitar kampus.

Program pengabdian mengambil tema “Batu busuk tanggap bencana: melalui program pemulihan lingkungan, penguatan ekonomi dan edukasi bencana. Program ini dilaksanakan di 4 titik lokasi terdampak, yang dimulai dari tanggal 16 – 22 Desember 2025.

Mengusung tema Batu Busuk Tanggap Tencana, kegiatan ini menjadi ruang berbagi pemulihan lingkungan dan edukasi kebencanaan, dengan mendampingi masyarakat terdampak memulihkan lingkungannya.

Kegiatan ini dibuka pada tanggal 16 Desember 2025 oleh Wakil Dekan II Fakultas Pertanian UNAND, Dr. Jumsu Trisno, SP. M.Si sekaligus ketua pelaksana pengabdian (mewakili Dekan),  didampinggi oleh Wakil Dekan I Ir. Gusmini, SP. Ph.D, Guru Besar Prodi Ilmu Tanah Prof.Dr.Ir. Syafrimen Yasin dan Prof.Dr.Ir. Adrinal, Dosen Prodi Proteksi Tanaman Dr. Haliatur Rahma, dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bsisni UNAND Lely Sumarni M.Si sert Ir. Asmed dari Politekni Negeri Padang, dihadiri juga oleh mahasiswa-mahasiswa fakultas pertanian.

Pada kesempatan ini Dekan Fakultas Pertanian Prof.Dr.Ir. Indra Dwipa berpesan bahwa masyarakat terdampak tetap bersabar dan fakultas pertanian berkomitmen akan memberikan bantuan dan pedampingan untuk rehabilitasi terutama lahan -lahan pertanian.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dan diskusi tentang kebencanaan. Bantuan sosial diarahkan kepada kebutuhan harian yang urgen dibutuhkan masyarakat terdampak seperti paket sembako, pakat pakaian harian dan sekolah siswa yang rumah nya terdampak, paket alat alat dapur rumah tangga, paket alat alat kebersihan lingkungan.

Kegiatan pengabdian ke dua dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2025 yang difokuskan untuk memulihkan semangat masyarakat terutama masyarakat tani yang areal persawahan dan ladang nya rusak akibat banjir batu busuk. Akan tetapi rumah dan pekarangan hanya terdampak banjir saja.

Kegiatan difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terdampak tentang alternatif-alternatif bertani untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga pada kondisi bencana, dengan pengarah diskusi Ir. Gusmini, Ph.D yang juga merupakan wakil dekan bidan pendidikan Fakultas Pertanian UNAND dan Dr. Haliatur Rahma yang juga sebagai penanggung jawab kegiatan. Untuk mendukung kehidupan harian selama tanggap darurat fakultas pertanian memberikan bantuan sembako kebutuhan harian dan alat alat kebersihan lingkungan.

Kegiatan ke tiga pada tanggal 19 Desember 2025 difokuskan kepada masyarakat terdampak yang rumah tempat tinggal nya hanyut/hancur dan atau rusak berat.

Kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung penguatan ekonomi bagi masyarakat terdampak dengan mendiskusikan usaha ekonomi kreatif keluarga yang memungkinkan untuk diusahakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dengan narasumber Ibu Lily Sumarni, M.Si dari Fakultas. Kegiatan dilaksanakan dengan mengundang masyarakat terdampak ke Fakultas Pertanian (ibu ibu muda), sekaligus menyerahkan alat-alat rumah tangga yang dibutuhkan.

Kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan pengabdian Fakultas Pertanian UNAND yang didukung oleh program KAMPUS BERDAMPAK  Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia, tim pengabdian langsung turun ke lokasi bencana kampung Batu Busuk.

Tim dapat melihat langsung kerusakan areal persawahan dan ladang masyarakat dan berdiskusi di lapangan dengan masyarakat. Melihat kerusakan yang sangat parah, pemulihan areal pertanian sebagai mata pencaharian masyarakat memerlukan waktu yang lama dan alat-alat berat dan biaya yang besar. Pada kesempatan ini fakulta (Wh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *