Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TERBARU

7 Raja Termuda dalam Sejarah Pemerintahan Mesir Kuno

720
×

7 Raja Termuda dalam Sejarah Pemerintahan Mesir Kuno

Sebarkan artikel ini
Foto : Ilustrasi

Relasipublik.com – Mesir Kuno dikenal sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, dengan sistem pemerintahan yang dipimpin oleh firaun. Beberapa firaun naik takhta pada usia yang sangat muda, baik karena kematian mendadak penguasa sebelumnya atau kebijakan politik yang mengutamakan garis keturunan kerajaan. Berikut adalah tujuh firaun termuda dalam sejarah Mesir Kuno.

1. Tutankhamun (naik takhta usia 9 tahun)

Firaun paling terkenal yang naik takhta pada usia sangat muda adalah Tutankhamun. Ia menjadi raja sekitar tahun 1332 SM, pada usia sekitar 9 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama sekitar 10 tahun, sebelum ia meninggal pada usia 18 atau 19 tahun. Makamnya yang ditemukan dalam keadaan hampir utuh di Lembah Para Raja menjadikannya salah satu firaun paling ikonik dalam sejarah.

2. Ptolemy XIII (naik takhta usia 11 tahun)

Ptolemy XIII Theos Philopator menjadi firaun Mesir pada tahun 51 SM setelah kematian ayahnya, Ptolemy XII. Saat itu, ia baru berusia 11 tahun. Karena usianya yang masih muda, pemerintahan dijalankan bersama saudara perempuannya, Cleopatra VII, yang kemudian menjadi salah satu ratu Mesir paling terkenal. Konflik internal antara keduanya berujung pada perang saudara yang melibatkan Julius Caesar.

3. Ptolemy V (naik takhta usia 5 tahun)

Pada tahun 204 SM, Ptolemy V Epiphanes naik takhta setelah ayahnya, Ptolemy IV, meninggal. Saat itu, ia baru berusia 5 tahun. Karena usianya yang masih sangat muda, kekuasaan dipegang oleh para wali dan penasihat kerajaan. Salah satu peninggalannya yang terkenal adalah Prasasti Rosetta, yang menjadi kunci dalam memahami hieroglif Mesir kuno.

4. Pepi II (naik takhta usia 6 tahun)

Pepi II dari Dinasti Keenam adalah salah satu firaun yang naik takhta pada usia sangat muda, sekitar 6 tahun, setelah kematian ayahnya, Merenre I. Ia memerintah selama lebih dari 90 tahun, menjadikannya salah satu raja dengan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah. Namun, di akhir pemerintahannya, Mesir mulai mengalami kemunduran dan perpecahan politik.

5. Thutmose III (naik takhta usia 2 tahun)

Ketika ayahnya, Thutmose II, meninggal, Thutmose III diangkat sebagai firaun Mesir pada usia sekitar 2 tahun. Karena masih sangat kecil, pemerintahan dijalankan oleh ibu tirinya, Hatshepsut, yang bertindak sebagai wali dan kemudian memerintah sebagai firaun perempuan. Setelah Hatshepsut wafat, Thutmose III tumbuh menjadi salah satu pemimpin militer terbesar dalam sejarah Mesir Kuno.

6. Amenhotep III (naik takhta usia 12 tahun)

Amenhotep III naik takhta pada usia 12 tahun, menggantikan ayahnya, Thutmose IV. Meskipun masih sangat muda, ia segera menikah dengan Ratu Tiye, yang memiliki pengaruh besar dalam pemerintahannya. Amenhotep III dikenal sebagai raja yang membawa Mesir ke masa kejayaan dalam bidang seni, arsitektur, dan diplomasi.

7. Ramses II (naik takhta usia sekitar 14 tahun)

Meskipun tidak setua beberapa firaun sebelumnya dalam daftar ini, Ramses II kemungkinan besar naik takhta pada usia sekitar 14 tahun setelah kematian ayahnya, Seti I. Ia dikenal sebagai salah satu firaun paling hebat dalam sejarah Mesir, dengan masa pemerintahan lebih dari 60 tahun dan berbagai pencapaian dalam bidang militer, pembangunan, dan diplomasi.

Banyak firaun Mesir Kuno naik takhta pada usia yang sangat muda karena sistem suksesi kerajaan yang mengutamakan keturunan langsung. Dalam banyak kasus, kekuasaan awal mereka dikendalikan oleh wali atau penasihat kerajaan hingga mereka cukup dewasa untuk memerintah sendiri. Beberapa di antara mereka, seperti Ramses II, Thutmose III, dan Amenhotep III, berhasil membawa Mesir ke masa kejayaan, sementara yang lain menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan stabilitas kerajaan mereka.

( Noung daeng )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *