PASAMAN, RELASI PUBLIK – Kendati 2025 merupakan tahun dengan kondisi perekonomian yang relatif sulit, tapi Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Lubuk Sikaping, ibukota Kabupaten Pasaman, tetap mampu membukukan laba yang cukup signifikan.
“Alhamdulillah, tahun 2025 lalu berhasil kita tutup dengan cukup manis,” kata Branch Manager BSI KCP Lubuk Sikaping Syahrinaldi di kantornya di Lubuk Sikaping, Rabu, (4/2/2026).
Menurut Syahrinaldi, hampir semua produk yang dikelola BSI KCP Lubuk Sikaping mendatangkan laba yang cukup menggembirakan. “Terbayar sudah semua kerja keras kita,” ungkapnya.
Tanpa merinci lebih jauh, Syahrinaldi menjelaskan hampir setiap tahun lembaga perbankan yang dipimpinnya terus menunjukkan grafik atau pencapaian sesuai dengan target yang digariskan.
Itu artinya, menurut Syahrinaldi, tingkat pengenalan masyarakat Pasaman terhadap sistem perbankan syariah terus bertambah luas.
Syahrinaldi tidak menampik kondisi itu dimungkinkan oleh dukungan yang luas dari masyarakat, termasuk para tokoh agama. “Alhamdulillah, dukungan dari para tokoh agama dinilai lebih dari cukup,” ucap Syahrinaldi.
Dijelaskan Syahrinaldi, dari sejumlah produk BSI, yang paling diminati di Pasaman adalah dua, yaitu Tabungan Haji dan Tabungan Emas. “Untuk kedua produk tersebut peminatnya tinggi sekali,” ujar Syahrinaldi tanpa merinci lebih jauh.
“Mungkin karena para nasabah merasakan manfaatnya sangat besar,” katanya. Syahrinaldi menunjuk contoh Tabungan Emas. Kalau pada awal 2025 emas baru berharga Rp1.300.000, kemudian melonjak sampai Rp2.300.000 atau dengan kenaikan hampir 80 persen.
Karena dinilai mendapat penerimaan yang luas di tengah masyarakat Pasaman, Syahrinaldi berharap keberadaan lembaga perbankan yang dipimpinnya mampu mendatangkan manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Kami ingin menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat Pasaman,” ungkapnya. “Kami siap bermitra untuk memback-up semua jenis usaha masyarakat,” sambungnya.
Bank Syariah Indonesia, menurut Syahrinaldi, sistem yang diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, dengan lebih mengutamakan keberkahan dari setiap usaha yang dikelola nasabah.
“Tabungan BSI menerapkan sistem akad bagi hasil dan akad titipan,” kata Syahrinaldi yang pernah ditempatkan di sejumlah kota di Sumbar, sebelum dimutasikan untuk memimpin BSI KCP Lubuk Sikaping. (spa)














