Warga Timor Leste, Selalu Ingat Jasa Habibie

0

JAKARTA, RELASIPUBLIK – Xanana Gusmaõ, pemimpin politik Republik Demokratik Timor Leste, mengunjungi Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie Agustus lalu di RSPAD Gatot Subroto.

Habibie adalah Presiden Indonesia yang memberi kesempatan rakyat propinsi Timor Timur untuk melakukan referendum dengan dua opsi: merdeka atau integrasi pada 30 Agustus 1999.

Tujuh bulan sebelum referendum 10 Febuari 1999, Habibie mengubah status tahanan Xanana menjadi tahanan rumah. Xanana sudah menjalani hukuman 7 tahun di Cipinang. Sebuah rumah di Salemba disediakan untuk penahananya.

Seminggu setelah referendum dimenangi pro kemerdekaan, Habibie membebaskan Xanana dari tahanan rumah dan membebaskan Xanana pulang ke Timor Leste yang sudah merdeka.

“Tanpa Habibie, saya hanya akan menjadi penjual es di Tebet,” kata Xanana dalam acara televisi Jakarta.

Kunjungan Xanana ini untuk meminta Habibie hadir dalam peresmian jembatan di Dili yang diberi nama Jembatan Habibie untuk mengingat jasa Habibie bagi negara baru itu.

Tapi Habibie sakit, ia tidak bisa hadir. Nama Habibie juga sudah diabadikan jadi nama jalan di Dili.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.